Monday, 17 December 2018

Sekda Harap Exchange Center Tianjin Bisa Jadi Pusat Alih Teknologi

post-top-smn
Sekda Prov Jatim Dr. H. AKH. Sukardi, MM Meresmikan Exchange Center Tianjin di Dharmahusada Indah Surabaya, dan Meninjau Produk Tianjin yang dirakit oleh siswa SMKN 5 Surabaya

Sekda Prov Jatim Dr. H. AKH. Sukardi, MM Meresmikan Exchange Center Tianjin di Dharmahusada Indah Surabaya,
dan Meninjau Produk Tianjin yang dirakit oleh siswa SMKN 5 Surabaya

Surabaya, SMN – Sekdaprov Jatim Dr. H. Akhmad Sukardi, MM berharap keberadaan exchange center Tianjin yang ada di Jatim bisa jadi pusat alih teknologi. Dengan demikian nantinya produk-produk Tianjin termasuk sparepartnya seperti aneka sepeda dan sepeda/sepeda motor listrik bisa diproduksi di Jatim.

“Kerjasama antara Jatim dan Tianjin ini selain menjadi jembatan komunikasi antara pengusaha Jatim dan Tianjin, juga sebagai proses transfer knowledge. Sehingga produknya bisa langsung diproduksi disini bekerjasama dengan perusahaan lokal Jatim,” terang Sukardi sapaan akrab Sekdaprov Jatim pada acara Peresmian Exchange Center Tianjin di Jatim, Jl. Dharmahusada Indah Blok D10/87, Surabaya, Senin (11/09) malam.

Sukardi menjelaskan, kerjasama alih teknologi tersebut telah dimulai sejak tahun 2015 dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI)  antara Dinas Pendidikan Prov. Jatim. Kerjasama tersebut yakni Tianjin Bicycle and Electric Cycle Association (TBECA) dan Exchange Center Jatim tentang pengembangan sepeda dan sepeda listrik. “Kerjasama ini merupakan bentuk konkret yang dilakukan antara Pemprov Jatim dan Pemerintah Tiongkok khususnya Tianjin,” tukasnya.

Ditambahkan, dalam proses alih teknologi tersebut lebih dikhususkan untuk melibatkan anak SMK, karena lulusan SMK biasanya memiliki ketrampilan khusus. Oleh sebab itu dengan melibatkan SMK nantinya lulusannya akan lebih siap kerja. Kegiatan alih teknologi tersebut salah satunya telah dilakukan melalui kerjasama dengan SMKN 5 Surabaya.  “Program ini juga sejalan dengan visi Pak Gubernur yakni memperkuat kualitas pendidikan vokasional,” imbuhnya.

Pada kesempatan sama, Sukardi menjelaskan bahwa Provinsi Jatim mempunyai peranan penting dalam pembangunan nasional. Penilaian tersebut berdasarkan data pertumbuhan ekonomi Jatim pada tahun 2017 pada semester I tercatat sebesar 5,03%, melebihi nasional sebesar 5,01% pada periode yang sama. “Saya yakin pertumbuhan ekonomi tersebut juga berkaitan dengan hubungan Jatim dengan negara sahabat, termasuk dengan Tiongkok khususnya Tianjin,” urai Sukardi.

Menurut Sukardi, saat ini hubungan Jatim-Tiongkok semakin erat. Hal itu dibuktikan dari izin prinsip mulai tahun 1969 hingga tahun 2017, investasi Tiongkok di Jatim mencapai US$ 2.846.912,13 ribu dengan 455 proyek. Selain itu, kegiatan ekspor antara Jatim dan Tiongkok pada tahun 2017 sampai bulan Juli mencapai US$ 897,33 juta. Sedangkan impor Jatim dari Tiongkok sebesar US$ 2.738,27 juta. “Diakui memang Tiongkok dalam posisi surplus terkait neraca perdagangan. Karenanya melalui Exchange Center ini diharapkan neraca perdagangan antar dua wilayah semakin seimbang,” pungkasnya.

Sementara itu, Senior Advisor Jatim untuk Tianjin Jasper Ho menyampaikan, dengan adanya exchange center telah terjadi pertumbuhan signifikan dalam timbal balik pertukaran serta kunjungan antara Jatim dan Tianjin. Selain itu, saat ini baik di Tianjin dan China semakin banyak orang yang mengetahui keberadaan Jatim di Indonesia. “Melalui exchange center semakin banyak turis, pelaku bisnis dan mahasiswa datang melakukan bisnis, perjalanan, belajar dan tinggal di Jatim dan Tianjin,” terang Jasper Ho.

Lebih lanjut disampaikan, tahun 2017 merupakan tahun ketiga Exchange Center dan program utamanya yakni berupa proyek investasi sepeda listrik dari Tianjin ke Jatim. Proyek ini sengaja dibuat karena Tianjin merupakan salah satu produsen sepeda dan sepeda listrik terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi per tahun 41 juta unit sepeda dan 16 juta unit sepeda motor. Saat ini, telah diproduksi 100 unit pertama yang dirakit di Surabaya dan 300 unit model baru sedang dalam perjalanan ke Surabaya. “Tujuan akhir kami nantinya bisa memproduksi hingga 200 ribu sepeda listrik, dan bisa dipasarkan ke seluruh indonesia dan di ekspor ke negara lain,” harapnya.

post-top-smn

Baca berita terkait