Saturday, 15 December 2018

Sejumlah Tempat Wisata Dibawah Naungan Disparbud Belum Diasuransikan

post-top-smn

Lumajang, SMN – Wahana wisata air “Water Park” yang berada didalam KWT Lumajang,  dibawah naungan dan pengelolaan langsung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Kabupaten Lumajang, diketahui kalau belum memiliki asuransi kecelakaan bagi pengunjungnya, sehingga setiap kejadian kecelakaan belum bisa diasuransikan.

Salah satu peristiwa yang terjadi di KWT, pada sabtu (30/6) lalu, telah terjadi korban tenggelam, dan tidak mendapatkan santunan dari asuransi.

Ketika ditanya soal asuransi untuk wahana Water Park KWT Lumajang, Kepala Disparbud Kabupaten Lumajang, Deni Rohman AP melalui Sekretaris Disparbud Kabupaten Lumajang,  Edi Hozaini, menyampaikan bahwa belum ada asuransi dan hanya sekedar santunan yang bisa di berikan kepada korban.

“Kami sudah ke rumah duka untuk memberikan uang santunan, dan kalau untuk asuransi memang belum ada,” kata Edi.

Menurut Edi, terkait musibah meninggalnya anak usia 7 tahun tersebut merupakan peristiwa kelalaian orang tua, dan pihak keluarga sudah menerima atas kesadaran dan tanpa tekanan dari pihak manapun.

Hal itu dituangkan melalui surat pernyataan yang di tanda tangani orang tua korban, yang diketahui oleh saksi serta kepala desa setempat.

Pihak keluarga juga tidak menghendaki dilakukan autopsi, dan menyatakan tidak akan menuntut pihak manapun secara hukum atas kejadian tersebut.

“Pihak keluarga sudah menerima dan tidak akan melakukan tuntutan secara hukum atas kejadian tersebut, dan itu dituangkan melalui pernyataan tertulis yang diketahui oleh Kepala Desa setempat,” ujarnya.

Masih menurut mantan Kabag Humas Sekda Lumajang ini, bahwa semua tempat pariwisata yang ada di Lumajang yang berada di bawah naungan Disparbud Kabupaten Lumajang belum diasuransikan.

“Kedepan kami akan  berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan alokasi asuransi pada tempat pariwisata yang ada, sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan, bisa terbantu” pungkasnya. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait