Sunday, 20 May 2018

Sedimen Lumpur Kali Surabaya Identik Dengan Tanah di Batu

post-top-smn
Ilustrasi Sedimentasi Sungai

Ilustrasi Sedimentasi Sungai

Surabaya, SMN – Pendangkalan sungai di Kali Surabaya setiap tahunnya menjadi persoalan yang tak terhindarkan. Namun dari temuan Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH), sedimentasi lumpur di hilir Kali Brantas tersebut identik dengan tanah dari Kota Batu. Hal itu tak lepas dari erosi tanah dari kawasan hutan lindung yang kini beralih fungsi menjadi lahan pertanian dan perkebunan.

“Sedimentasi di Kali Surabaya ini cukup besar dan pendangkalan sungai menambah beban Perum Jasa Tirta (PJT) I dalam mengelola sumber daya air. Dari jenis tanah dan lumpurnya sebagian akibat dari sedimentasi dari longsornya bantaran Kali Brantas. Namun juga akibat dari erosi di hulu yakni wilayah Kota Batu,” jelas Direktur KLH, Imam Rochani, Senin (8/11).

Ia menyayangkan kondisi hutan lindung di kawasan hulu Brantas yang kini mulai banyak berkurang. “Di hulu itu hutannya digunduli jadi lahan pertanian. Ditanamai kubis, wortel dan juga buah seperti apel. Tanaman sayur dan buah ini tidak bisa mengikat air tanah dan lahan yang terbuka ini mengakibatkan erosi,” tuturnya.

Untuk itu, kata dia, diperlukan solusi guna mengatasi sedimentasi yang cukup besar tersebut. Beberapa waktu lalu, pihaknya mengambil sampel lumpur Kali Surabaya untuk diujikan di lab ITS (Institut Sepuluh November) Surabaya. “Kami ambil lumpur sedimentasi satu kresek besar untuk dilab kan di ITS. Kami inigin tahu juga apa saja kandungan dalam lumpur tersebut,” jelasnya.

Dengan mengetahui kandungan sedimen tersebut, pihaknya berupaya mencarikan solusi yang tepat untuk mengolah dan memanfaatkan lumpur tersebut. KLH juga sempat mencoba membuat batu bata dengan bahan baku dari lumpur sedimen Kali Surabaya. Namun upaya itu masih belum bisa berhasil karena bata setelah jadi masih rapuh atau mudah pecah.

Ia menjelaskan, sejauh ini pihak PJT I setiap hari melakukan perawatan untuk mengatasi sedimentasi di Kali Surabaya. Hal itu dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk mengangkut lumpur dari sungai. Sebagian diambil dan pindahkan ke beberapa spoilbank (bak penampungan) yang berada di Kali Surabaya, Kali Mas dan Kali Wonokromo.

Namun, lanjut dia, tak semua lumpur terangkut ke spoilbank karena keterbatasan volume bak tampung. Sehingga, alat berat berupa eskavator yang dikerahkan di sungai untuk mengangkut lumpur juga untuk mengaduk lumpur agar terus mengalir dan tidak mengendap menjadi sedimentasi yang semakin menumpuk di dasar sungai. (afr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait