Sunday, 20 May 2018

Sebanyak 11 Sekolah di Kota Malang Ikut Verifikasi Adiwiyata Nasional

post-top-smn

adiwiyata Malang, SMN – Sekolah yang berwawasan lingkungan hidup kini semakin banyak dijumpai di berbagai daerah di Jawa Timur. Di Kota Malang, terdapat 24 sekolah ikut program Adiwiyata Provinsi. Sebanyak 15 sekolah dinyatakan lolos verifikasi dan sertifikasi. Kini 11 sekolah di antaranya diajukan untuk mengikuti verifikasi tingkat nasional.

“Kami berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan telah memverifikasi dan mensertifikasi 15 sekolah Adiwiyata Provinsi. Sebagai catatan untuk tahun ini Kota Malang adalah adalah kota peserta yang mengikuti verifikasi Adiwiyata Provinsi terbanyak se Jawa Timur yakni sejumlah 24 sekolah,” kata Kepala Bidang Komunikasi Lingkungan BLH Kota Malang, Arif Dermawan, Selasa (8/11).

Ia menjelaskan, keberhasilan sekolah peraih Adiwiyata Propinsi tersebut hingga lolos untuk verifikasi tingkat nasional menjadi prestasi bagi Jawa Timur, khususnya Kota Malang. Untuk itu, pihaknya terus berupaya untuk terus membina sekolah-sekolah peraih Adiwiyata dan memperbanyak lagi sekolah yang berwawasan lingkungan.

Terkait sekolah Adiwiyata di Kota Malang, sebelumnya sempat disebutkan oleh salah satu Tim Penilai Adipura, Didik Harimuko, bahwa Pemkot Malang kurang memerhatikan pembinaan sekolah Adiwiyata.

“Kota Malang hanya kurang konsistensi dalam menjaga sekolah Adiwiyata yang sudah meraih penghargaan. Ada beberapa ketika sekolah SMA yang grade sudah naik tidak diperhatikan lagi dan sekolah Adiwiyata hanya jadi monumen saja,” jelasnya.

Perubahan tersebut yakni dari berbagai komponen sekolah seperti dulu terdapat IPAL (instalasi pengolahan air limbah), bank sampah, dan program 3R (reuse, reduce, recycle). “Waktu kemarin dikunjungi tim penilai Adipura hanya jadi monumen dan cenderung terbengkalai,” ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Arif menjelakan, untuk beberapa titik point verifikasi Adipura di sekolah Adiwiyata pada awal November lalu merupakan sekolah diluar pembinaan tim kota/propinsi tahun 2016. “Karena berbagai hal, terutama adalah sekolah tersebut sedang dalam taraf revitalisasi maupun peningkatan fisik sarana dan prasarana secara masif untuk mempersiapkan diri menjadi sekolah lingkungan yang berkelanjutan,” jelasnya. (afr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait