Monday, 23 July 2018

SDM sebagai Penguat Pondasi Era Digital

post-top-smn

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun 2018 Daerah Kabupaten Mojokerto.

 

 

Mojokerto, SMN – Penekanan pada butir ke-lima Nawacita yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan, tahun ini mendapat penekanan lebih melalui amanat Presiden Jokowi dimana dinyatakan bahwa tahun 2019 pemerintah akan meningkatkan pembangunan SDM dan melanjutkan percepatan pembangunan infratstruktur yang menjadi fokus di tahun-tahun sebelumnya. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Herry Suwito, saat memimpin Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 tahun 2018, Senin (21/5) pagi.

“Presiden Jokowi melalui amanatnya menyatakan bahwa tahun 2019, pemerintah akan meningkatkan pembangunan SDM dan melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur yang jadi fokus di tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah ingin meningkatkan daya saing ekonomi dan secara simultan meningkatkan SDM nya,” kutip Herry membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Hari Kebangkitan Nasional tahun 2018 yang mengambil tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital”, dikatakan juga bahwa digitalisasi membawa ancaman sekaligus berkah di saat yang sama.

“Digitalisasi dalam beberapa bidang, membawa ancaman sekaligus peluang. Menjadi ancaman apabila hanya pasif menjadi pengguna dan pasar, namun bisa jadi berkah bila mampu menaklukkannya menjadi pemain penentu lansekap ekonomi berbasis digital dunia,” lanjutnya.

Tidak sedikit anak muda kreatif Indonesia yang mampu menaklukkan gelombang digitalisasi dengan mencari berkah di dalamnya. Internet, media sosial, website, layanan multimedia aplikasi ponsel, dijadikan sebagai ladang berkarya dan pasar kreativitas. Banyak kreator konten dan pengembang aplikasi Indonesia yang mendunia, mendapat apresiasi baik material maupun non material. Maka dari itu, dunia digital mestinya harus dijauhkan dari anasir-anasir pemecah-belah dan konten negatif, agar generasi penerus bisa berekspresi dan mengambil manfaat kebaikannya.

post-top-smn

Baca berita terkait