Tuesday, 20 February 2018

Satpol PP Kab. Pasuruan Memberi Surat Panggilan yang Kedua Kalinya Untuk Jarwo Pemilik Pabrik Rokok Elegal 

post-top-smn
Pabrik rokok ilegal

Pabrik rokok ilegal

Pasuruan, SMN – Uang Negara Ratusan juta telah di rugikan dari kegiatan dan penyalahgunaan pita cukai yang ada di Kabupaten Pasuruan Jawa Timur,” Dari kegiatan tersebut uang Negara yang dirugikan dan dilakukan oleh Bos-bos besar pemain rokok di wilayah Hukum Pasuruan.

Dari bos-bos rokok inilah ratusan uang Negara di curi dan di makan sejumlah bos rokok yang sudah berkonpirasi dengan sejumlah oknum Bea Cukai Pasuruan yang buta akan Undang-undang Dasar 45.

Sebut saja Jarwo juragan Rokok merek FRIO yang isinya 20 batang berjenis filter dan M.A. yang isinya 12 batang dan jenis untuk rokoknya kretek yang berasal dari Jl.Kebonwaris II Pandaan ini sudah jelas dan terang-terangan telah melakukan pelanggaran dan penyalahgunaan pita cukai rokok, juga dalam perijinan industri rokok.

Dugaan yang dihimpun SMN dari hasil investigasi dilapangan, dalam Penebusan pita cukai Jarwo kong kalikong sama oknum bea cukai bagian penindakan berinisial WSN, disetiap bulannya Jarwo bisa mendapatkan tiga rem pita cukai, dan dalam penempelan pita cukai sigaret tangan ke sigaret mesin untuk nglabui petugas bea cukai pusat bila mengontrolnya juga pabrik yang kosong di isi karyawan sementara guna mendapatkan pita cukai.

Sampai-sampai Jarwo mempunyai pabrik rokok sebanyak lima,”  antara lain untuk pabrik miliknya Jarwo antara lain, (1). Jl. Purwosari, berlogo PT.Rendra to Bako, masih aktif kegiatan pabriknya (2). Jl. Jambu Kutorejo Pandaan, berlogo CV. Noli to Bako, kadang aktif kadang tidak untuk kegiatan pabriknya (3). Jl. Jatitengah Wedoro Kecamatan Sukorejo, berlogo CV. Vrio to Bako kadang aktif kadang tidak untuk kegiatan pabriknya (4). Jl. Siwaiwo Kecamatan Sukorejo, untuk kegiatan pabriknya tidak aktif (5). Jl. Kebonwaris II Pandaan, untuk pabriknya tidak aktif.

“Dan disaat pihak SMN datang di kantor bea cukai yang ada di Jalan Pier Kabupaten Pasuruan, untuk menemui orang yang berinisial WSN atau atasan WSN tidak bisa ditemui, bahkan pihak media meninggalkan nomer hp sampai saat ini belum di komunikasi/telefon sama pihak bea cukai Kabupaten Pasuruan.

Disisi lain penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkasa yang dipimpin oleh Togi Nababan menjelaskan, untuk harga Sigaret Kretek Tangan (SKT) satu remnya mencapai Rp.62 juta dan untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM) disetiap satu remnya seharga Rp.120 juta.

Maka dari itu kami sangat menyesalkan dengan kinerja bea cukai Kabupaten Pasuruan. Dalam konteknya seharusnya Bea Cukai berani menindak tegas para pelaku atau penyalahgunaan Pita Cukai rokok, karena mereka sudah jelas telah merugikan Negara dari sektor pajak pendapat Negara. Bukan malah melakukan pembiaran, karena di Negara kita tidak ada yang kebal hukum, dan harus berani jerat setiap pelakunya. Bukan malah tutup mata, tutup telinga, karena mereka di gaji Negara dari uang rakyat untuk bekerja, bukan di gaji hanya untuk tidur,” tegas Nababan LSM Perkasa.

Lebih lanjut Nababan menjelaskan, padahal bea cukai adalah dari lembaga Negara yang digunakan untuk kepentingan negara yang akan nantinya bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Namun Khusus bea cukai Kabupaten Pasuruan, yang terkesan tertutup untuk para media yang melakukan kerja jurnalistik.

Pasal 50 Undang Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Didalam undang  undang tersebut sudah dijelaskan akan syarat mendirikan pabrik rokok/memproduksi rokok  pengusaha harus memiliki bangunan pabrik dengan luas bangunan minimal 200 meter persegi, IMB, TDP dan SIUP.

Bahkan, sebelum tahun 2010, harus menyertakan sertifikat kadar tar dan nikotin. Dan rokok wajib dilengkapi dengan pita cukai resmi di setiap kemasan bungkus rokok sesuai dengan peruntuhkannya. Jika pengusaha memiliki mesin pencetak rokok, maka wajib memiliki merek, kemasan (pack) serta dilengkapai nomer, kode produksi dan cukai yang terdaftar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan bea cukai,” jelas Nababan.

Hingga berita ini diturunkan aksi bos-bos rokok Pasuruan dalam mencuri uang Negara, dengan menyalahgunakan ijin industry, ijin mesin pencetak rokok batangan, serta penyalahgunaan Pita Cukai rokok terus berlangsung, sedangkan Bea Cukai sendiri belum ada langkah dan tindakan Kongkrit.

Yudha kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan setelah di kasih informasi Oleh pihak SMN, pihaknya langsung bergerak dengan tegas sesuai SOP yang ada dan pihaknya menindaklanjuti pabrik rokok ilegal milik Jarwo. Bahkan pihaknya juga sempat memberi surat pemanggilan sampai ke dua kalinya kepada pengusaha rokok tersebut.

Dengan surat pemanggilan yang pertama dari pihak Satpol PP Kabupaten Pasuruan untuk Jarwo pemilik pabrik rokok, Jarwo pun datang di kantor Satpol PP Kabupaten Pasuruan dan di kantorlah Jarwo di temui sama Agung Marsudi Staf Bidang PPUD.

“Dari pantauan SMN di lapangan, untuk pemilik pabrik rokok ilegal datang di kantor Satpol pp Kabupaten Pasuruan, Jarwo datang bersama empat orang temannya dan setiba di kantor Jarwo ditemui oleh anggota Satpol PP Kabupaten Pasuruan yang bernama Agung Marsudi selaku Staf Bidang PPUD, dan jarwo menjelaskan untuk pabrik miliknya yang kami tambah bangunannya dibagian belakang memang belum kami urus untuk perijinannya jelas Jarwo ke Agung Marsudi Yang menemui bos besar rokok ilegal.

Dalam konteknya seharusnya Satpol PP Kabupaten Pasuruan berani menindak tegas kepada para pelaku atau penyalahgunaan Pita Cukai rokok, karena mereka sudah jelas telah merugikan Negara dari sektor pajak pendapat Negara. Bukan malah melakukan pembiaran, karena di Negara kita tidak ada yang kebal hukum, dan harus berani jerat setiap pelakunya. Bukan malah tutup mata, tutup Telinga.

Singkatnya, Jarwo pemilik 5 pabrik rokok yang ada di Kabupaten Pasuruan saat di konfirmasi, menjelaskan untuk oknum atau dari pihak dari bea cukai saya suda kondisikan semua, dan saya juga punya kenalan orang kuat yang bertugas di Malang. Biarpun pabrik saya sebagian tidak beraktifitas yang penting atensi atau bayar keamanan tidak pernah telat dan tepat waktu,” jelas Jarwo kepada SMN.(Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait