Wednesday, 19 December 2018

Samsuri Kepala Sekolah SMKN 1 Rembang Tidak Dapat Di Konfirmasi

post-top-smn
Samsuri kepalah Sekolah SMKN 1 Rembang

Samsuri kepalah Sekolah SMKN 1 Rembang

Pasuruan, SMN – Sebelumnya telah suda di Beritakan oleh Suara Media Nasional (SMN) untuk pembangunan fisik Gedung Aula yang ada di SMKN 1 Rembang Kecamatan Rembang Kabupaten,  bersumber Dana dari APBD Kabupaten Pasuruan 2015, dengan nilai kontrak hampir setengah milyar.

Kini untuk Pembangunan sarana dan prasarana tempat fasilitas Belajar atau Mengajar, yang mau ambruk atau mangkrak dalam pekerjaannya, yang seharusnya gedung Aula milik SMKN 1 Rembang ini dibutuhkan oleh masyarakat, malah untuk pekerjaannya berhenti di tengah jalan.

“Dimana letak hati bagi orang yang tidak bertangguang jawab seperti, Rekanan, Kolsutan, PPK, Kepala Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan, jangan-jangan dugaan wartawan Suara Media Nasional (SMN) untuk pekerjaan fisik gedung aula SMKN 1 Rembang di buat bancaan oleh orang-orang tersebut,”

Dari sisi lain, Penggiat LSM Perkasa yang dipimpin oleh Togi Vikner Nababan menjelaskan, dalam pendekatan anggaran, proyek-proyek yang mangkrak jelas tidak dikehendaki. Silakan membuat proyek atau kegiatan fisik, tetapi jangan lupa kegiatan tersebut harus sampai selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Manfaat inilah yang sebenarnya kinerja atau outcome yang diharapkan masyarakat.

Proyek-proyek mangkrak juga dapat memberikan pengaruh buruk bagi perekonomian. Alih-alih meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat, hal ini justru menjadi beban bagi pertumbuhan perekonomian.

Dan Proyek mangkrak merupakan salah satu sebab yang mendorong terjadinya inflasi. Hal ini dapat dijelaskan  dengan teori keseimbangan antara permintaan dan penawaran,” tegas Togi Nababan.

psr3-300x199

“Dari pihak wartawan SMN mendapat informasi dan laporan dari masyarakat, bahwa pihak masyarakat dan siswa yang sekolah di SMKN 1 Rembang banyak yang ketakutan juga was-was dikarenakan untuk gedung aula SMKM 1 Rembang mau Ambruk, diminta bagi oknum setempat antaralain, Kejaksaan Negri Bangil Kabupaten Pasuruan, Kepolisian Polres Kabupaten Pasuruan, Kemendikmen dan BPK RI harus ambil tindakan dengan adanya hal ini sebelum gedung aula tersebut memakan korban jiwa yang tidak diinginkan.

Bagi oknum yang terkait dengan hal ini segera turun ke lokasi pekerjaan dan menindaklanjuti bagi pelakunya dan otak utama, bukan malah melakukan pembiaran, karena di Negara kita tidak ada yang kebal hukum, dan harus berani jerat setiap pelakunya. Bukan malah tutup mata, tutup telinga, karena mereka di gaji Negara dari uang rakyat untuk bekerja, bukan di gaji hanya untuk tidur.

Yang kita sayangkan, untuk para pelaku atau aktor korupsi yang ada di Kabupaten Pasuruan, selalu berhenti di tengah jalan dan selalu lolos dari jeratan hukum. Faktanya di wilayah hukum Kabupaten Pasuruan banyak sekali segala hal masalah juga kasus, dan bahkan banyak masalah dan kasus yang sempat di laporkan oleh teman-teman media tapi selalu tidak ada kelanjutannya.

“Jangan-jangan dugaan kami untuk oknum yang terkait suda dikontrak dan tidak berani menindak lanjuti untuk para pelakunya, padahal untuk para pelaku juga penyalah gunaan anggaran dan jabatan di Kabupaten Pasuruan sangat banyak sekali berkeliaran.

Disisi lain, untuk Samsuri kepalah Sekolah SMKN 1 Rembang Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan,  berdomisili di Kali Tengah Pandaan Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang tempat tinggal atau rumahnya sangat mega dan besar dengan berfasilitas berkecukupan serba ada tidak dapat di informasi alias mangkir, bahkan sempat di telfon atau sms oleh pihak media tidak ada jawabpan dan balasan. 24-5-2017.(Pur)

post-top-smn

Baca berita terkait