Tuesday, 12 December 2017

Sampai Oktober, Realisasi DBHCHT Capai Belasan Miliar

post-top-smn

aries dewanto kabag perekonomian Setda Ngawi

Ngawi, SMN  – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2017 direaliasikan dalam berbagai kegiatan yang tersebar di beberapa Organisasi Perangkat Daerah. Sampai akhir Oktober lalu, sebagian dana sudah berhasil diserap. “Dana Bagi hasil Cuka Hasil Tembakau dimanfaatkan dengan pola spesific grant dan pola block grant,” ujar Aries Dewanto, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Ngawi.

Dana yang terealisasi pola block grant sebesar 41,74 persen atau setara Rp 3,978 miliar dari pagu anggaran senilai Rp 9,531 miliar dan secara spesific grant 30 persen atau Rp 4,596 miliar dari Rp 15.320 miliar. Dalam pola block grant diserap Dinas Pendidikan dengan Program Pendidikan SMP berupa rehabilitasi sedang/berat gedung sekolah direncanakan Rp 2,267 miliar lebih dan terealisasi 32,75 persen atau sekitar Rp 742 juta lebih.

Realisasi DBHCHT dilaksanakan untuk peningkatan produksi, produktifitas dan mutu produk pertanian holtikultura senilai Rp 390 juta. Peningkatan kualitas bahan baku yakni standarisasi kualitas bahan baku direalisasikan sebesar Rp 1,286 miliar dari anggaran yang direncanakan Rp 2,805 miliar lebih. Selain itu juga diwujudkan pembinaan/fasilitasi pembentukan/pengesahan badan hukum kelompok petani tembakau yang direalisasikan sebesar Rp 56,978 juta dari rencana anggaran Rp 600 juta. Peningkatan kualitas bahan baku juga didukung dengan penanganan panen dan pasca panen senilai Rp 900 juta dari rencana anggaran Rp 1,5 miliar. Dinas Pertanian sampai akhir Oktober lalu juga merealisasikan kegiatan pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja dengan anggaran Rp 329 juta dari rencana Rp 2,6 miliar.

Dinas Lingkungan Hidup memanfaatkan DBHCHT untuk kegiatan Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan bagi masyarakat di lingkungan industri hasil tembakau yang direalisasikan sebesar Rp 37 juta dari 105 juta lebih. Melaksanakan pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja bagi tenaga kerja dan masyarakat bidang lingkungan hidup, direalisasikan Rp 52,49 juta dari rencana penyerapan Rp.1,76 miliar. Pembangunan /rehabilitasi/ pemeliharaan jalan, saluran air limbah, sanitasi dan air bersih direalisaikan sebesar Rp 38 juta dari rencana Rp 568 juta.

Manfaat DBHCHT juga diserap Dinas PU Penataan Ruang dengan pemeliharan jalan dan jembatan lebih dari Rp 3,235 M dari rencana anggaran Rp 5,082 miliar. Sementara itu Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdag Printaker melaksanakan kegiatan pemberantasan barang kena cukai ilegal sebesar Rp 4,5 juta lebih dari rencana anggaran Rp 157 juta. Pembinaan sosial dilaksanakan dengan Pembinaan dan pelatihan kerja yang menyerap anggaran Rp 722 juta lebih, dari rencana Rp 1,455 miliar.

Bagian perekonomian Setda Ngawi mengalokasikan dana cukai untuk penyampaian informasi ketentuan tentang cukai yang terserap Rp 226 juta lebib dari pagu anggaran Rp 315 juta. Sementara itu di Dinas Kesehatan memanfaatkan DBHCHT berupa penyediaan sarana layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak rokok sebesar Rp 1,1 miliar dan terealisasi Rp543,9 juta.

DBHCHT juga dialokasikan di Dinas Pangan dan Perikanan dan berwujud kegiatan berupa pembinaan kemampuan keterampilan kerja total Rp 391, 23 juta dari rencana Rp 1,809 miliar. Menurut Aries Dewanto, penyerapan tiap OPD akan terus dievaluasi dan diharapkan segera rampung sebelum akhir Desember 20117. “Kita tetap minta OPD-OPD memberikan laporan realisasi dananya secara berkala, dan harapannya semua dana yang direncanakan dapat diserap secara maksimal,” ungkap Aries. (adv/Bagian Perekonomian Setda Ngawi/ari)

post-top-smn

Baca berita terkait