Tuesday, 12 December 2017

Saling Tuding, Dinas Cipta Karya Bina Marga dengan CV Pelaksana Perihal Jalan Lingkungan Ambrol

post-top-smn

Bondowoso Jalan

Bondowoso, SMNProgram pembuatan jalan lingkungan di Desa Curahpoh Kec. Curah dami ambrol dan ini merupakan potret kecil dari sistem yang ada di Dinas BMCK (Bina Marga Cipta Karya) Kab. Bondowoso, dimana fungsi pengawasan serta control dari Dinas BMCK patut diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ambrolnya jalan lingkungan di Desa Curahpo tersebut menunjukkan rendahnya kualitas serta kwantitas dari proses penggarapan yang dilaksanakan oleh CV abal-abal, karena sejak awal penggarapan hingga ST tidak di ketemukan adanya Papan pemberitahuan sehingga masyarakat sekitar merasa kesulitan mengetahui berapa besarnya anggaran, berapa volumenya, dan CV apa pelaksananya.

Tokoh bersama masyarakat Desa Curahpo kepada SMN, “Saya selaku warga masyarakat Desa Curahpo sangat menyayangkan dengan ambrolnya jalan lingkungan ini, karena jalan tersebut merupakan akses transportasi yang selama ini di idam-idamkan, dan saya juga heran kenapa selama proses pembuatan jalan lingkungan ini tidak di pasang papan pemberitahuan, sehingga saya selaku warga masyarakat Desa Curahpo patut menduga kalau penggarapan jalan ini sarat dengan penyimpangan, bahkan bagi masyarakat awampun sudah dapat menduga kalau dalam penggarapan jalan lingkungan ini dipastikan tidak sesuai dengan SPK atau Metode Pelaksanaan,” ujarnya.

Agus selaku PPTK Dinas Bina Marga Cipta Karya Kab. Bondowoso kepada SMN menyampaikan, “Sejak awal saya sudah menolak penyerahan ST dari pelaksanaan pembuatan jalan lingkungan di Desa Curahpo, akan tetapi entah bagaimana ST tersebut terealisasi, bahkan hingga saat ini untuk ST2 belum saya terima, jadi mengenai ambrolnya jalan lingkungan tersebut masih merupakan tanggungjawab dari CV pelaksananya,” paparnya.

Saini selaku pelaksana dari pembuatan jalan lingkungan di Desa Curahpo Kec. Curah dami tersebut kepada SMN menjelaskan, “Menyangkut perihal ambrolnya jalan lingkungan di Desa Curahpo, itu bukan lagi menjadi tanggungjawab saya selaku pelaksana, karena pada bulan Juli 2014 sudah di ST dan hingga saat ini sudah 9 bulan, kecuali masih dalam rentang waktu 6 bulan segala sesuatunya masih dalam tanggungjawab saya selaku pelaksana, oleh karena itu dengan ambrolnya jalan lingkungan di Desa Curahpo Kec. Curah dami tersebut bukan lagi menjadi tanggungjawab saya selaku pelaksana,” tegasnya. (b2s)

post-top-smn

Baca berita terkait