Wednesday, 15 August 2018

Ruwat Bendo Rejo, Bupati Ipong Gelar Manunggaling Pendawa Sanga

post-top-smn

Bupati Ipong saat menyerahkan gunungan tanda dimulainya pagelaran Manunggaling Pendawa Sanga

Ponorogo, SMN – Lega sudah warga masyarakat dusun Bendo Desa Ngindeng Kecamatan Sawoo yang terdampak proyek pembangunan waduk Bendo. Setelah melalui perjuangan dan perjalanan serta alotnya permasalahan yang panjang,kini sudah bisa bernafas lega. Pasalnya apa yang semua diinginkan terkait dengan ganti rugi lahan dan rumah sudah dapat terealisasi.

Hal tersebut terbukti dihelatnya ruwatan oleh Bupati Ipong dengan menggelar wayang kulit bersama Ki dalang Guritno Probo Carito berlakon “Manunggaling Pendawa Sanga “ yang kisahnya menceritakan manunggalnya antara masyarakat terdampak dengan pemerintah Ponorogo. Hal tersebut juga sebagai tanda diresmikannya penyerahan rumah dan lahan pengganti kepada warga masyarakat terdampak waduk Bendo yang bertempat di komplek perumahan baru Bendo, pada hari Senin malam 22/1 lalu.

Hadir dalam giat Bupati Ponorogo Drs.H.Ipong Muchlissoni, Wakil Bupati Dr.Drs H.Soedjarno MM, Sekda Ponorogo Dr Drs Agus Pramono MM, DPRD Ponorogo,Forpimda Ponorogo,Forpimka Sawoo, Kepala BBWS, Kepala PDAM Ponorogo Ir Sulardi, Kepala Dinas PerKim Ponorogo Ir Endang Retno Wulandari MM,Dalang KI Guritno Probo Carito, Kepala desa Ngindeng Katenan, Kepala desa se Kecamatan Sawoo, warga masyarakat terdampak dan segenap undangan yang hadir.

Dalam sambutannya kepala Dinas PerKim yang akrab dipanggil Retno ini menyampaikan kepindahan 89 kepala keluarga dilaksanakan pada tanggal 23/1 pasalnya sesuai dengan keinginan masyarakat terdampak yang diwakili oleh Miranto CS, sehingga tidak sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan oleh bupati Ipong pada 15/1. “Namun mulai hari ini 22/1 sudah banyak warga yang sudah mulai melakukan pindah rumah ke rumah yang baru dengan mengangkuti perabotan rumahnya,” Tuturnya. Dirinya juga memaparkan selain pembangunan perumahan dengan type 49 tersebut, di tahun 2018 ini juga akan dibangun fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak diantaranya pembangunan mushola, sekolah pendidikan anak usia dini (PAUD) dan Aula pertemuan, ujarnya.

Pihaknya juga berharap dengan digelarnya ruwatan dapat menjadikan manunggalnya atau bersinerginya masyarakat terdampak dengan pemerintah Kabupaten Ponorogo, sehingga dapat membantu memperlancar visi dan misi Ponorogo lebih maju,berbudaya dan religius, harapnya.

Retno juga tak lupa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembangunan rumah relokasi warga terdampak proyek waduk Bendo. “Saya sangat berterimakasih Khususnya kepada BBWS dan PT Jaya Kedaton yang telah bersedia menjadi panitia dalam giat ruwatan tersebut,” pungkasnya. Sementara itu sebelum memberikan sambutan Bupati Ipong menyerahkan kunci rumah baru kepada perwakilan warga terdampak yang diwakili oleh Miranto dan Soibun.

Hal senada juga disampaikan Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni dirinya merasa puas dan senang karena bisa merealisasikan apa yang telah diidam-idamkan warganya yang telah terdampak proyek pembangunan waduk Bendo. Karena sangat gembiranya Bupati Ipong memohon ijin kepada masyarakat Bendo untuk diperbolehkan menambah nama Bendo dengan tambahan Rejo,” Jadi malam ini ijinkan saya untuk memberi nama desa Bendo ini menjadi “Bendo Rejo”. Diharapkan dengan adanya waduk bendo ini, desa Bendo Rejo menjadi tambah Rejo atau ramai.Sehingga kedepan banyak berdatangan para wisatawan-wisatawan baik lokal maupun manca Negara sehingga masyarakatnya banyak rejeki dan makmur,” harap Ipong.

Bila mana waduk Bendo sebagai proyek Nasional telah rampung pengerjaanya dapat berfungsi untuk meningkatkan produktifitas pertanian dan mengaliri lahan sawah di Ponorogo seluas 50 ribu hektar juga Madiun dengan lahan sawah seluas 25 ribu hektar, “Jadi ini manfaatnya luar biasa, oleh karena itu kita harus berterima kasih berada di Kabupaten Ponorogo tercinta ini,” jelas Ipong. Selain itu manfaat yang lainnya dapat mengendalikan banjir karena dengan adanya waduk ini aliran sungai dan limpahan air sungai bisa dikendalikan sehingga Ponorogo yang setiap tahun banyak terjadi banjir akan menjadi berkurang drastis intensitasnya. Selebihnya waduk Bendo menjadi pilihan para wisatawan,” Saya yakin dengan waktu tiga tahun kepan disini pasti rejo nya luar biasa dan kepala desa Ngideng akan menjadi kepala desa yang terkenal karena mempunyai desa yang cukup membuat wisatawan tertarik dan terpesona dengan waduk Bendo,” papar Ipong. Lebih lanjut dirinya juga mengklaim untuk sertifikat rumah baru prosesnya selama tiga bulan setelah rumah ditempati dijamin pasti selesai, “Saya menghimbau dan berharap jangan ada yang mengacaukan warga dengan memprovokatori warga masyarakat dusun Bendo karena untuk hal ini saya tidak perduli siapapun pasti berurusan dengan hukum,” Tegas Bupati Ipong. (hms/adv/Wied)

post-top-smn

Baca berita terkait