Wednesday, 26 June 2019

Rusia Jajaki Kerjasama dengan Jawa Timur

post-top-smn
Gubernur Soekarwo Menerima Audiensi Bapak Wahid Supriyadi, Dubes RI Untuk Rusia di Gedung Negara Grahadi

Gubernur Soekarwo Menerima Audiensi Bapak Wahid Supriyadi, Dubes RI Untuk Rusia di Gedung Negara Grahadi

Surabaya, SMN – Furniture dan buah tropis menjadi dua komoditi besar dalam industri perdagangan di Rusia. Selama ini, kedua komoditi tersebut paling besar berasal dari Indonesia. Untuk itu, Dubes RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi menawarkan Provinsi Jatim untuk menjajaki kerjasama perdagangan dengan Rusia. Hal ini disampaikannya saat bertemu langsung dengan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo di Ruang Kerja Gubernur Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (18/10).

Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo, menyambut sangat baik kunjungan dan tawaran kerjasama dagang ini. Dengan adanya bantuan penghubung dari Dubes RI di Rusia, tentunya akan memudahkan proses administrasi perdagangan disana. Terkait tawaran ini, ia akan mendetailkan poin-poin kerjasama dan akan dibicarakan lebih lanjut. “Selama ini yang menjadi kendala perdagangan kita di luar negeri adalah mencari perwakilan disana, makanya kita sering meng-hire orang sana. Saya sangat menyambut baik tawaran ini, karena akan memudahkan kita. Prinsipnya kita sangat tertarik,” ujar Pakde Karwo sapaan akrabnya.

Menurutnya ada tiga komoditi besar ekspor Jatim. Pertama, ekspor Jatim paling besar adalah perhiasan. “Pasar perhiasan tahun ini sebesar 6,1 milyar dollar AS atau sekitar 70 triliun rupiah, dan perhiasan ini setiap tahun naik sekitar 40 persen. Kedua, komoditi kulit dan ketiga furniture. Untuk furniture ini kami masih ekspor ke AS dan Eropa. Tahun 2012 produk furniture merupakan ekspor terbesar dari Jatim,” ujarnya.

Terkait dengan produk agrobisnis seperti buah tropis, Pakde Karwo menyambut baik. “Jatim sedang mengembangkan industri on-farm, mengolah bahan baku menjadi produk olahan. Kami akan kirim pisang atau mangga, tapi proses ekstraknya akan dilakukan disini. Jadi kita mengirim dalam bentuk kripik atau sirup,” katanya.

Lebih lanjut, Pakde Karwo minta kerjasama pendidikan antara Rusia dan Indonesia menyasar pada pendidikan vokasional. “Di Jatim ada kurang lebih 1.700 SMK, dan lebih dari 1.100 SMK kami sudah berstandar internasional. Kami minta kerjasama pendidikan terkait vokasional, bisa melalui beasiswa. Karena SMK kita menyumbang tenaga kerja yang besar baik untuk industri di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Gubernur Soekarwo Memberikan Cinderamata Batik Kepada Bapak Wahid Supriyadi, Dubes RI Untuk Rusia Yang Berkunjung ke Jawa Timur

Gubernur Soekarwo Memberikan Cinderamata Batik Kepada Bapak Wahid Supriyadi, Dubes RI Untuk Rusia Yang Berkunjung ke Jawa Timur

Sementara itu, Dubes RI untuk Indonesia, Wahid Surpiyadi, mengatakan bahwa impor Rusia akan komoditi furniture dan buah tropis paling besar berasal dari Indonesia, dan ia melihat peluang Jatim sebagai penghasil furniture dan buah tropis terbesar hingga di ekspor ke pasar mancanegara. Selain itu, komoditi agrobisnis seperti pisang dan mangga sangat disukai warga Rusia seperti keripik pisang. “Di Vladivostok (Rusia) sendiri nilai impor furniture sebesar 21 juta dollar AS. Selain itu, buah tropis sangat disukai warga Rusia, termasuk rambutan. Saya lihat Jatim punya peluang besar disitu karena furniture dan buah tropis di Jatim sangat besar produksinya,” ujarnya.

Selain itu, di Tahun 2017 nanti rencananya akan diselenggarakan Festival Indonesia di Moskow dimana akan dipamerkan beragam kekayaan Indonesia serta produk-produk unggulan Indonesia. Ia menawarkan Jatim agar menampilkan produk-produk unggulannya dalam pameran ini. “Selain furniture dan buah tropis, saya juga sedang mendorong Jatim agar bisa mengirim kopi dan teh ke Rusia, karena kopi ini merupakan produk eksotis dari dunia. Saya sudah bertemu dengan beberapa maskapai terkait flight langsung ke Moskow dari Indonesia, yang nanti bisa sekaligus mengangkut komoditi kita,” katanya.

Selain menjajaki kerjasama perdagangan, agenda kunjungan Dubes Wahid ke Jatim ini adalah merintis Sister City antara Surabaya dengan Vladivostok. Rencananya, setelah bertemu dengan Gubernur Jatim, ia beserta rombongan akan bertemu dengan Rektor Universitas Airlangga dan Institut Teknologi 10 November Surabaya terkait kerjasama bidang pendidikan. Selanjutnya ia akan menuju Malang dan menjajaki kerjasama perdagangan di bidang kerajinan tangan. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait