Tuesday, 16 October 2018

Rumah Batik Notohadinegoro, Ciptakan Kader Muda Berjiwa Entrepreneur

post-top-smn
Griya Batik Notohadinegoro

Griya Batik Notohadinegoro

Jember, SMN – Setelah mengikuti Diklatnas HIPMI Angkatan ke IV Lemhannas 2016 di Jakarta beberapa waktu yang lalu, salah satu Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Jember, Indi Wulandari, memberikan pelatihan kewirausahaan kepada puluhan mahasiswa dari IAIN Jember.

Menurut pemilik Rumah Batik Notohadinegoro, ini adalah sebagai wujud dan komitmen BPC HIPMI Jember dalam mencetak Pengusaha Muda yang tangguh dan mempunyai integritas terhadap usaha dan dapat menjadi pemimpin yang kuat di kancah nasional maupun global.

“Tujuan Diklatnas ini, yakni untuk mencetak saya menjadi dengan karakter pemimpin yang kuat, tangguh dan komitment, dalam menghadapi persaingan bebas di kancah nasional maupun global ini,” kata Indi kepada media, beberapa waktu yang lalu.

Menuruntya, dengan diadakan pelatiuhan atau lebih dikenal dengan studi lapangan mahasiswa ini, tidak lepas ingin menciptakan wirausahawan yang baru dan terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam memajukan perekonomian Kabupaten Jember kedepan.

“Saya disini mencoba menciptakan sebuah semangat baru kepada adik-adik mahasiswa, sehingga mereka bisa menjadi pengusaha-pengusaha muda baru yang akan membantu serta mendongkrak perekonomian daerah dan nasional,” kata dia menambahkan.

Dihadapan para mahasiswa Indi juga berpesan kepada mereka untuk bisa nantinya menjalin dan menjaga kerjasama yang baik dengan Pemkab Jember, dengan harapan keberadaan HIPMI Jember ini bisa menjadi mitra stategis untuk ikut mendorong terciptanya kebangkitan ekonomi daerah, khususnya untuk Jember ke depan,” ujarnya.

“Saya ingin sekali terus mendorong generasi muda khususnya adik-adik mahasiswa IAIN Jember untuk memiliki jiwa entrepreneur, sehingga mereka mampu bersaing dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) saat ini,” ungkap Indi.

Indi sendiri menyatakan, bahwa generasi muda harus memiliki jiwa entrepreneur, terlebih dalam menghadapi ketatnya persaingan menghadapi MEA.

“Kami sebagai pembisnis yang masih tergolong start-up, namun kami siap mendorong pengusaha muda untuk memulai usaha di segala bidang sesuai dengan pangsa pasar yang jelas,” tambahnya.

Sebab, kata Indi, keberadaan pengusaha muda seperti adik-adik mahasiswa ini, merupakan salah satu pondasi dasar dalam menghadapi persaingan pasar global mendatang. Seperti HIPMI ini juga bisa sebagai wadah pembinaan dan pengembangan wirausaha kaum muda akan terus mendukung dan menumbuhkan semangat kewirausahaan.

“Generasi muda harus memanfaatkan kesempatan ini. Kegiatan ini ditujukan untuk terus menciptakaan karakter yang tak hanya kuat soal kewirausahaan, tetapi juga mencetak kader yang berjiwa kepemimpinan tangguh di kancah nasional dan global,” pungkas Indi. (atiek)

post-top-smn

Baca berita terkait