Tuesday, 25 June 2019

RSUD DR Mochamad Saleh Kota Probolinggo Jalani Survei Akreditasi dari KARS

post-top-smn

Walikota Hadi Zainal Abidin dan Wakil Walikota Muhammad Soufis Subri, Asisten, Staff Ahli, Plt Direktur, pihak Management RSUD, serta Tim KARS berkenan foto bersama.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – RSUD Dokter Mohamad Saleh Kota Probolinggo tengah menjalani survei akreditasi rumah sakit, mulai hari ini (20/5) hingga Kamis (23/5) mendatang. Survei yang dilakukan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) ini diharapkan mendapat nilai terbaik dan sesuai dengan harapan semua pihak.
Tim KARS yang dipimpin oleh Laurens Teodorus Barten Kalesaran diterima. Di Ruang Edelweis RSUD Dokter Mohamad Saleh Kota Probolinggo dan langsung diterima oleh Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri .
Walikota Hadi Zainal Abidin dalam kesempatan tersebut menjelaskan, Akreditasi adalah salah satu persyaratan perjanjian kerja sama pelayanan kesehatan antara RSUD dan BPJS. Jika masa berlaku akreditasi tersebut habis, kerjasama dengan BPJS bisa dihapuskan. Akreditasi ini berlaku selama 3 tahun, sehingga harus diperbaiki. Saat akreditasi terakhir, RSUD pelat merah ini menyandang nilai paripurna.
“RSUD ini walau pun di tengah Kota tetapi jadi harapan bagi warga sekitarnya, termasuk warga Kota Probolinggo. Dokter disini luar biasa semua, semangat semua,” ujar Walikota Hadi.
Lebih lanjut Walikota Hadi, mengatakan bahwa hal ini dapat menjadi pemacu mutu pelayanan RS untuk melakukan yang lebih baik bagi masyarakat. “Untuk meningkatkan apa yang menjadi harapan warga Kota semuanya. Meningkatkan perlindungan sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit,” katanya.
Walikota Hadi berharap, hasil yang sesuai harapan bersama itu sebagai jerih parah setelah semua pihak di RSUD bekerja selama bertahun-tahun dengan mengutamakan kesehatan pasien dan pelayanan terbaik.
“Dengan diraihnya akreditasi oleh RSUD, masyarakat tahu persis keberadaan pelayanan RS yang bukan hanya janji manis. Dengan dilakukan akreditasi, bisa membawa manfaat untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut Walikota Hadi juga menyatakan rencana Pemerintah Kota Probolinggo membangun RSUD. Pasalnya, proposal sudah diterima langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Pemkot pun tengah menyusun SK tim percepatan pembangunan RS baru di Kota Probolinggo. “Mudah-mudahan bisa cepat terealisasi dan terlaksana untuk menyempurnakan kebijakan pemerintah dan masyarakat Kota Probolinggo. Rumah sakit harus dibangun bagaimana pun caranya, usaha lewat jalur yang ada. Harus jemput bola dan mengingatkan terus, mudah-mudahan tahun 2019 mulai berjalan, dan Saya konsen masalah kesehatan, ada beberapa hal yang harus dipahami. Kesehatan menjadi prioritas kami. Semoga penilaian lancar, sukses dan dapat nilai yang baik sesuai yang kita harapkan,” katanya.
Ketua Tim KARS Laurens Teodorus Barten Kalesaran pun mengatakan, setiap RS di Indonesia harus mempunyai akreditasi yang harus diperbarui tiga tahun sekali. Artinya, dalam tiga tahun harus ada pelayanan yang telah di-update, RS harus meningkatkan kinerjanya. “Kami tidak melakukan tawar-menawar, karena KARS adalah badan independen yang diakui Kemenkes RI untuk memberikan penilaian akreditasi semua pelayanan RS di Indonesia,” kata Laurens.
Selama beberapa hari di RSUD dr Mohamad Saleh, Laurens bersama tiga orang timnya akan melakukan komunikasi dan memotret pelayanan yang sudah ada di RSUD tersebut. “Semoga kami dapat berkoordinasi dengan lancar, baik, sehat dan apa adanya. Penilaian kami mulai dari sekarang, hingga selesainya nanti ”
Kegiatan penerimaan Tim KARS tersebut dilanjutkan dengan paparan oleh Plt Direktur RSUD, dr Rubiyati. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait