Wednesday, 19 September 2018

Rp 200 Milyar Untuk Pengembangan Pembangunan  Bandara Notohadinegoro Menjadi  Embarkasi Haji Antara

post-top-smn

JEMBER, SMN – Rp 200 milyar, dana yang digelontorkan untuk pengembangan dan pembangunan Bandara Notohadinegoro Jember, agar bisa menjadi Bandara Embarkasi Haji Antara.

Disampaikan Bupati Jember, dr Hj Faida MMR, bahwa hal ini terjalin atas kerjasama Angkasa Pura (AP) II dengan PTPN XII.

Bupati Faida sangat bersyukur atas terlaksananya sinergisitas ini. Beliau juga menjelaskan bahwa manfaat bandara ini akan dirasakan oleh 6 kabupaten sekitar Kabupaten Jember, antara lain Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lumajang, Kabupaten/Kota Probolinggo, Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso.

Dari data yang diperoleh, bahwa ada sekitar 7,5 juta penduduk sebagai potensi pasarnya.

“Selain itu kami juga akan memperlebar akses jalan menuju bandara menjadi 13 meter dengan panjang kurang lebih 2 kilometer,” ungkapnya.

Dan kali ini, menurut Bupati Faida prosesnya sudah dilalui yaitu tetkait penandatangan nota kesepahaman antar semua pihak yang terkait baik Pemkab Jember, PTPN XII serta Angkasa Pura II.

“Kesepakatan ini merupakan stage awal (dasar), kemudian akan dilanjutkan dengan proses redesign baik basic design dan design detail engineering,” tambahnya.

Pengembangan, inilah kata Bupati Faida yang akan menjadi basic planning budget nantinya.

“Selain itu juga akan dilakukan penghitungan nilai aset dari masing-masing pihak tersebut untuk lebih mendetailkan kerjasama tersebut,” terangnya lagi.

Direktur Utama Angkasa Pura (AP) II, Muhammad Awaludin usai melakukan penandatanganan nota kerjasama tersebut menegaskan bahwa kerjasama ini bersifat sinergitas untuk memenuhi target waktu yang telah ditentukan oleh Presiden RI, Joko Widodo saat berkunjung ke Jember saat dihelatnya Jember Fashion Carnaval, Agustus 2017 lalu.

“Sehingga jalan yang paling cepat, tidak ada transaksi untuk aset ini, karena kalau kita harus membeli aset tanah itu akan butuh waktu yang lama prosesnya,” ungkap Dirut AP II, Muhammad Awaludin dalam press conference usai pendatanganan kesepakatan tersebut, Jumat (6/7) malam lalu.

AP II, kata Awaludin, bahwa dalam kerjasama ini akan menggelontorkan capex senilai Rp. 200 M untuk project G to G yang bersifat joint cooperation.

“Anggaran tersebut diperuntukkan penambahan panjang lintasan dari yang semula 1.600 meter akan diperpanjang menjadi 2.250 meter,” ulasnya.

Untuk itu saja, kata Awaludin, dibutuhkan biaya yang  diperkirakan menghabiskan sekitar Rp 100 milyar, lalu sisanya akan diperuntukan pwmbangunan gedung terminal dan perluasan taxiway serta appron.

“Jadi nanti pesawat Boeing 737-800 bisa masuk ke Jember,” imbuhnya.

Sementara itu, seperti dikutip dari salah satu media online nasional, Direktur Utama PTPN XII, Berlino Mahendro Santosa mengatakan bahwa momen ini telah ditunggu-tunggu olehnya sejak lama.

“Kami sangat menunggu momen ini karena sebenarnya bandara itu sudah dibangun sejak 2004,” jelas Berlino.

Dalam sinergisitas ini, aset PTPN XII untuk pengembangan bandara ini sebesar 122 hektar tanah.

“Ini akan menimbulkan multiplier effect bagi perkembangan Jember sendiri nantinya,” pungkasnya. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait