Saturday, 23 February 2019

Roteb, Ahli Waris Atmari Gugat Waris Anak Cucu Sarti

post-top-smn
Roteb dan anaknya

Roteb dan anaknya

Pasuruan, SMN Tidak kebagian harta waris, Roteb warga desa Puspo Kecamatan Puspo Kabupaten Pasuruan hendak menggugat saudara-saudaranya ke Pengadilan Agama Bangil.

Ditemui baru-baru ini Roteb yang didampingi kuasa hukumnya dari TNT mengatakan bahwa dalam waktu dekat dia bersama Rusnah dan Afandi yang merupakan paman dan bibi dari ibunya yang bernama Maila, ahli waris dari Atmari akan menggugat anak dan cucu dari ahli waris Sarti (adik Atmari) karena menguasai tanah waris Atmari tanpa melalui pembagian waris dan alas hak yang benar.

Padahal tanah milik ahli waris Atmari masih atas nama Atmari Gimoen sesuai buku C desa No.10 persil No.32 klas d.II dengan luas lebih kurang 4.790 meter². Lebih lanjut Roteb menambahkan bahwa dia juga berencana menggugat Hariono selaku Kepala Desa Kalipucang dan Arsuya anak dari Sampuri (ahli waris Sarti) ke Pengadilan Negeri Bangil terkait dugaan penyerobotan tanah dan memindah tangankan ke pihak lain.

Terkait permasalahan tersebut, Hariono ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa dia sudah melalui prosedur yang benar karena berdasarkan buku C desa yang paling baru.

Ditemui secara terpisah, Camat Tutur menerangkan bahwa sudah berkali-kali dia berusaha menyelesaikan permasalahan ini di tingkat Kecamatan, namun karena diindikasikan adanya keberpihakan Kepala desa Kalipucang pada ahli waris Sarti yang membuat permasalahan tidak kunjung selesai. Apalagi adanya statment dari Hariono sendiri yang terkesan nyleneh dengan maksud mengaburkan data mengatakan bahwa persil No.32 sudah tidak ada karena sudah di gabungkan dengan persil No.30.

Padahal yang namanya persil merupakan data yang menerangkan letak wilayah, jadi sampai kapan pun persil itu tidak akan di gabungkan ke persil lain, apalagi sampai nomor persil itu hilang, ditambah lagi ketidak tahuan Hariono yang ngotot mempertahankan argumentasinya mengatakan bahwa buku pajak desa sebagai buku C desa terbaru yang membuat permasalahan ini tambah melebar, ujar Camat Tutur menutup perbincangan.

Sumber dari kantor BPN Kabupaten Pasuruan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa inti dari permasalahan ini sebenarnya ada pada Kepala desanya sendiri, kalau saja Kepala Desa Kalipucang bersifat Netral tanpa ada keberpihakan mungkin permasalahan ini bisa diselesaikan dengan mudah secara kekeluargaan. Terkait Kepala desa memakai acuan buku pajak desa bisa dibenarkan apabila buku C desa Kalipucang hilang, namun apabila buku C desa lama itu masih ada, maka buku pajak desa tidak bisa untuk dijadikan acuan peralihan. (win)

 

post-top-smn

Baca berita terkait