Tuesday, 23 October 2018

Road Show ke-42 PMK di Ngawi, Kuatkan Kembali Tekad Cegah Korupsi

post-top-smn
Aksi penyair tuan rumah Tjahjono Widhijanto

Aksi penyair tuan rumah Tjahjono Widhijanto

Ngawi, SMN – Seruling melengking, tulian mengiring, poster-poster yang diangkat anak-anak muda itu jelas menyiratkan satu penolakan yang pasti, Tolak Korupsi! Bagaimana pengaruh buruk korupsi menghancurkan generasi bangsa, ditampilkan dengan apik oleh Teater Matriks MAN Paron, saat Road Show ke-42 gerakan Puisi Menolak Korupsi (PMK) yang dikemas dalam Pagelaran Puisi Ngawi Putih.

Aksi teatrikal puisi dari MAN Paron ini kemudian disambung dengan penampilan musikalisasi puisi dari Sophia, salah satu personel Chiara Duo, eks finalis X-Factor tahun 2013. Sophia membawakan nyanyian dari puisi Ayahku Seorang Koruptor dan Koruptor, serta membius penonton pagelaran yang datang di amphytetaer Alun-alun Ngawi 10 Desember 2016.

Road Show PMK di Ngawi ini juga diramaikan Teater Magnit Ngawi, penyair-penyair PMK serta penyair tamu yang hadir di acara tersebut. Gerakan PMK merupakan upaya pencegahan korupsi  yang dilakukan kalangan seniman dan lahir pada Mei 2013. Penyair-penyair yang tergabung di PMK sudah mengadakan road show di berbagai daerah. Selain itu PMK juga sudah melahirkan buku Puisi Menolak Korupsi dari jilid 1 sampai 5 dengan pelibatan 600 lebih penyair dari seluruh nusantara.

Road Show ke-42 PMK diadakan di Ngawi, pada 10 Desember 2016 itu sendiri merupakan kedatangan yang kedua setelah pernah hadir pada Desember 2013 silam. LSLH Mitra Alam selaku penyelenggara Pagelaran Puisi Ngawi Putih melaksanakan road show PMK sebagai bagian dari  peringatan hari AIDS sedunia yang jatuh setiap 1 Desember dan Hari Anti Korupsi sedunia yang diperngati liat 9 Desember. “Mengambil tema Ngawi Putih, karena warna putih melambangkan bersih dan suci, menandakan kebersihan hati dan kesucian niat untuk bersama menolak korupsi dan menjauhi narkoba sejak dari pribadi masng-masing,” ungkap Jumadi, salah satu panitia dari LSLH Mitra Alam.

Road Show ke-2 PMK di Ngawi dirangkaikan pula dengan lomba cipta puisi untuk pelajar dan lomba cipta puisi untuk umum serta lomba baca puisi untuk kalangan jurnalis. Penyair-penyair dari gerakan PMK bertindak sebagai juri dalam perlombaan ini diantaranya koordinator PMK, Sosiawan Leak, Aming Aminoedhin, Wardjito Suharso, Rama Dinta, Barlean Aji dan Hardho Sayoko.  “Lomba cipta puisi yang dihelat di Ngawi ini kami harapkan mampu melahirkan generasi penyair baru yang tak henti menyumbangkan karyanya,” ujar Aming Aminoedhin, salah satu dewan juri yang juga putra Ngawi asli namun tinggal di Mojokerto ini.

Sementara itu, Rama Dinta, penyair asal Jepara selaku juri Lomba Baca Puisi untuk kalangan jurnalis, menilai kebiasaan membaca puisi untuk wartawan perlu ditingkatkan. “Bagus juga kalau Ngawi berani menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara baca puisi untuk kalangan wartawan, bertema Menolak Korupsi,” ungkapnya.

Penampilan penyair-penyair PMK juga membuat penonton betah sampai akhir acara diantaranya dari Lathifa Edib, Suyitno Ethex, Agus R Subagyo, Sus R Harjono, Ekohm Abiyasa dan juga penyair tuan rumah Tjahjono Widijanto serta penyair tamu Hendra Gunawan dari Makassar.

Menurut Sosiawan Leak, koordinator PMK, sampai akhir Desember 2016, sudah ada 44 kali road show yang dilakukan. Semuanya untuk mengajak seluruh elemen masyarakat meneguhkan niat untuk tidak korupsi dan menjadi upaya mencegah korupsi dari para penyair untuk kehidupan bangsa Indonesia. “Karena sejak dulu korupsi itu sudah ada, sudah disorot dan selalu dicoba untuk diberantas, tetapi pemberantasan terbaik adalah dengan mencegah kita untuk melakukan korupsi,” ungkapnya. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait