Saturday, 24 August 2019

Breaking News

Ribuan Jamaah Padati Haul dan Tahlil Akbar Ponpes Tanfirul Ghoyyi

post-top-smn

Haul Ny Hj Muhaiminah dan 40 Hari Wafatnya KH Su’udy Karim, dibanjiri ribuan santri di Ponpes Tanfirul Ghoyyi Lamongan, Sabtu (22/12).

Lamongan, suaramedianasional.co.id– Haul Nyai Hj Muhaiminah Arifin dan peringatan 40 hari wafatnya K.H. Su’udy Karim, di Pondok Pesantres Tanfirul Ghoyyi, dipadati ribuan jamaah. Acara yang digelar Sabtu (22/12) itu juga dihadiri ribuan alumni ponpes yang tersebar dari seluruh wilayah Indonesia.

Nampak hadir KH. Ali Imron, H. Supandi (Ketua PC NU Lamongan), Habib Husen, KH. Abdul Rouf, dan beberapa Ulama lain. Selain itu nampak juga ketua PC. Ansor, Ketua Fatayat NU dan Muslimat NU  juga perwakilan dari Muspika Lamongan.

Jama’ah dari kaum hawa yang paling banyak dan penuh sesak menghadiri acara ini. Mereka yang datang tak saja memenuhi halaman komplek pesantren namun juga memenuhi setiap celah area hingga meluber ke jalan depan pintu gerbang gang.

Pengasuh Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi, KH. Dzulfikar Alauddin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan sebesar besarnya kepada seluruh jamaah yang hadir meluangkan waktu mengikuti acara ini sekaligus bersilaturahim serta memanjatkan doa dan keberkahan serta rahmat dari Allah SWT. “Peringatan ini juga sebagai kenangan akan perjuangan kedua almarhum, sehingga Ponpes Tanriful Ghoyyi berkembang dengan pesat,” ucapnya.

Pengasuh juga menambahkan kegiatan yang dilaksanakan memiliki makna penting untuk mengenang riwayat keduanya semasa hidup sekaligus bentuk penghormatan dan rasa syukur atas jasa-jasa yang gigih dan penuh keuletan serta keteladanan tinggi dalam mengajarkan dan menanamkan ilmu pengetahuan agama hingga berkembang sampai sekarang.   “Kami sebagai penerusnya inilah yang kemudian memiliki tugas lebih penting, yakni menjaga agar pondok pesantren ini tetap istiqomah memberikan ajaran agama untuk generasi penerus,” ungkap Dzulfikar.

Sementara itu, tauziah diisi oleh K.H. Ali Imron yang mengambil tema pentingnya kekuatan doa dan kebaikan doa bagi kemaslahatan umat dan bangsa. “Semakin banyak yang berdoa bersama-sama tentu diharapkan dapat memberi manfaat untuk kedua almarhum maupun untuk diri kita sendiri,” katanya.

Sosok almarhumah Nyai Hj. Muhaiminah yang pernah menjabat sebagai ketua Muslimat NU memang tidak asing di masyarakat terutama kalangan Fatayat dan Muslimat. Semasa hidupnya, alamarhumah dikenal sebagai hafidz Quran dan berhasil menelurkan alumni-alumni yang berkualitas dari Ponpes yang diasuhnya. Demikian pula dengan K.H. Su’udy Karim, yang dikenal sebagai ahli kitab fiqh.

Seperti penuturan Ustadz Zaim Fahmi selaku Ketua Ikatan Alumni Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi Lamongan, saat ini, Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi sudah berkembang dengan pesat dan tak ketinggalan dengan pendidikan terkini. “Contoh perkembangannya ya bisa dilihat, dengan berdirinya SMP dan SMK Islam Tanfirul Ghoyyi serta banyaknya alumni yang sudah hafal Quran,” ungkapnya. (abq) 

post-top-smn

Baca berita terkait