Sunday, 16 December 2018

Ribuan Honorer K2 Lamongan Demo Duduki Kantor Bupati

post-top-smn

Ribuan pegawai honorer kategori 2 (K2) melakukan demo ke kantor Bupati Lamongan, Selasa (2/10).

LAMONGAN,  SMN –  Ribuan pegawai honorer kategori 2 (K2) melakukan demo ke kantor Bupati Lamongan, Selasa (2/10). Mereka mengadukan nasib mereka karena merasa  diabaikan dalam rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018. Perwakilan pegawai honorer akhirnya diterima berdialog dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Adi Suwito dan Asisten Tata Praja Heruwidi, H.S. “Ada beberapa tuntutan kami, termasuk meminta bupati memperhatikan nasib guru K2 dan mengangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN),” ungkap Syukron, perwakilan guru honorer.

Syukron mengakui tuntutan yang dibawa pegawai honorer K2 ternyata tak ada yang mampu dipenuhi Pemkab Lamongan di bawah kepemimpinan Bupati Fadli, H. Padahal, dari segi dedikasi dan pengabdian, para guru honorer K2 sudah jelas dapat diandalkan. Ribuan pegawai honorer di Lamongan juga sebagian besar mengabdi sebagai guru sehingga tenaganya sangat dibutuhkan di sekolah-sekolah. Mereka juga sudah menghabiskan waktu mengabdi sampai belasan tahun dan sulit memenuhi batasan usia untuk mengikuti seleksi CPNS seperti yang disyaratkan pemerintah. “Namun, tuntutan kita ternyata juga tidak ada realisasinya, kita akan tetap bertahan sampai ada respon dari bupati dan pemerintah kabupaten,” ujar Syukron.

Ribuan honorer ini pun bertekad menduduki kantor bupati sampai pukul 17.00 WIB dan berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat. “Kita bertekad tidak perlu pulang sampai tuntutan kita dikabulkan,” ujar Syukron.

Asisten Tata Praja, Adi Suwito sendiri saat dikonfirmasi mengaku sudah melakukan pembatasan terhadap penerimaan pegawai honorer. Selama ini, guru maupun pegawai honorer yang mendapatkan SK bupati pun, sudah jelas menyebut tidak ada jaminan mereka harus diangkat sebagai ASN. “Tidak ada jaminan bahwa pegawai honorer yang memiliki SK dari bupati, harus diangkat sebagai ASN,” ungkap Adi Suwito.

Aksi ribuan pegawai honorer K2 itu ternyata benar-benar diwujudkan dengan bersikukuh tidak pulang sampai sore hari. Bahkan demo dilanjutkan pada Rabu (3/10) dengan jumlah peserta yang tidak surut. Aksi demo ini juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian. (AQ)

post-top-smn

Baca berita terkait