Wednesday, 17 October 2018

Rencana Kerja 2017, PMI Jatim Terus Pacu Tingkatkan Pelayanan

post-top-smn

pmi Pasuruan, SMN – Rencana Kerja Tahun 2017 mendatang, Palang Merah Indonesia (PMI) Prov Jatim terus memacu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang penanggulangan bencana, donor darah, pelayanan kesehatan dan pemberian pelatihan.

“Untuk rencana kerja 2017 tetap merencanakan kegiatan lanjutan, baik untuk mendukung program PMI pusat maupun program rutin melayani masyarakat,” ujar Ketua Umum PMI Jatim, Imam Utomo, dalam sambutannya pada cara Pembukaan Musyawarah Kerja PMI Prov Jatim, di Bhakti Alam Pasuruan, Rabu (30/11).

Dia menuturkan, hasil evaluasi pelaksanaan kerja PMI Jatim Tahun 2016, secara keseluruhan telah selesai dilaksanakan, namun masih ada bebeberapa kegiatan pelatihan yang tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran yang diterima dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Tujuan diselenggarakan Mukerprov adalah dalam rangka membahas evaluasi pelaksanaan kerja dan anggaran tahun 2016 serta menyusun rencana kerja dan anggaran tahun 2017 mendatang. Muskerprov kali ini akan membahas juga tentang prosedur perijinan Unit Transfusi Darah (UTD).

Untuk itulah, katanya, diharapkan kepada para peserta mukerprov utamanya dari PMI kabupaten/kota dan UTD PMI dapat memberikan masukan, saran atau usulan dalam penyusunan rencana kerja Tahun 2017.

Selain kegiatan rutin, tambahnya, juga ada beberapa kegiatan yang mendukung program PMI pusat antara lain program masyarakat tangguh banjir di PMI Kabupaten Bojonegoro bantuan dari federasi dan zurich insurance swiss. Tidak itu saja, program air, sanitasi dan promosi kesehatan dukungan federasi.

“Program air bersih sanitasi dan promosi kesehatan bantuan Palang Merah Amerika  untuk PMI Kabupaten Ngajuk, PMI Kabupaten Tulungagung dan PMI Kabupaten Pacitan. Selain itu, juga akan dilaksnakan kegiatan temu karya sukarelawan tingkat provinsi di rencanakan di Blitar pada Juli 2017 mendatang,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dari pengurus PMI Kabupaten/kota antara lain untuk tertib organisasi, pengurus kabupaten/kota yang sudah habis masa bhaktinya dapat melaksanakan musyawarah kab/kota tepat waktu.

Selain itu, lanjutnya, sesuai amanat AD/ART PMI, diharapkan PMI Kab/kota melaksanakan musyawarah kerja untuk mengevaluasi pelaksnaan kerja dan anggaran serta menyusun rencana kerja dan anggaran tahun depan.(ris/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait