Tuesday, 22 January 2019

Razia Rumah Kost, Temukan Tiga Pasangan Tanpa Nikah

post-top-smn
Razia tempat kost menemukan  pasangan tanpa surat nikah dan dimintai keterangan oleh petugas  gabungan

Razia tempat kost menemukan pasangan tanpa surat nikah dan dimintai keterangan oleh petugas gabungan

Ngawi, SMN – Cuaca mendung, suasana hening dalam kamar bercat hijau yang sekilas tampak sunyi. Namun tiba-tiba suara ketukan di pintu kamar yang tertutup rapat membuat penghuni kamar tersentak. Mereka pun dengan gugup membuka pintu, menampakkan wajah yang kusut masai dan rambut yang berantakan.

Kegugupan pun berlanjut ketika ditanyakan soal identitas mereka oleh petugas gabungan yang terdiri dari personel dari Dinas Satuan Polisi Pamong Praja, Sub Denpom 1-2 Ngawi, Polsek Ngawi dan petugas trantib Kecamatan Ngawi. Itulah suasana yang terekam dalam razia tempat kost di dalam kota yang dilaksanakan Selasa siang (14/3), dalam sebuah operasi bertajuk Operasi Cipta Kondisi. “Razia ini juga menjadi bukti respon petugas atas laporan warga mengenai kerawanan tempat kost sebagai tempat tumbuhnya potensi penyakit masyarakat,” ungkap AKP Sukisman, Kapolsek Ngawi kota.

Operasi Cipkon untuk antisipasi penyakit masyarakat ini, mengambil sasaran rumah-rumah kost yang ada di Ngawi misalnya di Jl Sutoyo Kelurahan Margomulyo dan Jl Sutoyo Kecamatan Karangtengah. Petugas memberikan pengertian pada pemilik kost agar mematuhi aturan dan mengindahkan norma yang berlaku di masyarakat. “Kita tekankan juga pada penghuni kost untuk kelengkapan identitas diri, termasuk pada pemilik untuk memiliki data identitas penyewa kost dan mempedulikan norma kesopanan di masyarakat sekitarnya,” ujar AKP Sukisman.

Petugas mengamankan dua pasangan berbeda jenis tanpa ikaan pernikahan yang sah seusai perundangan yang berlaku. Mereka adalah pasangan Sup (20) aasal Bugisa, Kelurahan Margomulyo Ngawi kota dan It (19) perempuan asal Desa Giriharjo Kecamatan Ngrambe. Pasangan lainnya adalah Is asal Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar dan Dev (21) asal Desa Sekarputih Kecamatan Widodaren. “Ada juga motor yang sudah dipreteli, kita amankan,” tambah Sukisman.

Semenara itu, Suranto, Kabid Penegakan Perda dari Dinas Satpol PP Kabupaten Ngawi membenarkan adanya pendataan penghuni kost. Dua pasangan yang kena garuk petugas pun hanya bisa mandah saja dibawa ke Dinas Satpol PP untuk dimintai keterangan. “Pasangan yang tergaruk operasi petugas begini, biasanya mengaku sudah menikah siri atau bersiap menikah resmi, namun kami tetap tak bisa begitu saja percaya keterangan mereka,” ujarnya.

Razia tempat kost ini merupakan salah satu langkah Satpol PP dan instansi terkait dalam memberikan rasa aman pada masyarakat, mengantisipasi merebaknya penyakit masyarakat dan meminimalisir terjadinya potensi pelanggaran hukum di masyarakat. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait