Tuesday, 23 July 2019

Rawan Banjir, Desa Keben Prioritaskan Bangun TPT

post-top-smn

Lamongan, suaramedianasional.co.id – Rawan banjir yang sering melanda Desa Keben Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan, menjadikan masyarakat sering was-was saat musim hujan menjelang. Hal ini disikapi oleh aparat pemerintah desa setempat dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) pada tahun ini. “Karena bila musim hujan tiba, desa kami memang rawan kena banjir,” ungkap Abdul Kholiq, Kepala Desa Keben.

Pembangunan TPT itu sendiri menjadi prioritas dan dibiayai anggaran dana desa sekitar Rp 150 juta pada tahun ini. ‘Konstruksinya kita pake sistem konstruksi pasang batu waring dan ring bertulang,” katanya.

Pembangunan TPT ini tentu saja disambut gembira oleh warga yang merasa sering terdampak banjir. Mereka berharap, setelah adanya TPT maka rawan banjir yang sering terjadi saat musim hujan, bisa diatasi. “Letak geografis desa kami memang bersisian sungai, rentan banjir. Karena itu pembangunan TPT ini kami dahulukan di anggaran desa tahun ini,” tambah Abdul Kholiq.

Pembangunan TPT itu sendiri menjadi prioritas dan dibiayai anggaran dana desa sekitar Rp 150 juta pada tahun ini.

Jadwal dan tahapan pembangunan TPT itu sendiri dilakukan oleh tim pelaksana (timlak) dengan tetap dikoordinasikan dengan tenaga pendamping desa. “Kita kerjakan dengan swakelola, dengan timlak dari desa ini juga namun tetap dalam pendampingan tenaga pendamping desa,” ujar Abdul Kholiq. 

Camat Turi, Sujai, mengaku senang dengan prioritas pembangunan yang dipilih oleh aparat Desa Keben. Ini karena telah menjawan kebutuhan mendesak masyarakat desa tersebut, terutama yang sering terdampak banjir. Dalam rapat koordinasi antar kepala desa se-Kecamatan Turi beberapa waktu lalu, Sujai menyatakan pembangunan desa saat ini sudah harus lebih tertib anggaran, dilakukan sesuai rencana anggaran dan biaya (RAB) serta ditransparansikan karena masyarakat pun berhak ikut tahu dan mengawasi. “Jadi sudah bukan saatnya main-main dengan anggaran dan RAB dari anggaran desa, selain itu juga harus ditranparansikan ke masyarakat, misalnya dengan membuat papan tranpansi,” ujar Sujai. (AQ)

post-top-smn

Baca berita terkait