Tuesday, 23 April 2019

Ratusan Warga Sampang Terserang DBD, 2 Orang Meninggal Dunia

post-top-smn

Sampang, suaramedianasional.co.id – Sepanjang Januari 2019, ratusan warga Sampang menderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang mencatat, sejak Januari hingga 11 Februari, ada 123 penderita DBD di Sampang dan 2 diantaranya meninggal dunia.
Yuliono, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Yankesmas) Dinkes Sampang, meminta warga agar waspada terhadap DBD. “Jumlah ini meningkat drastis dibanding tiga tahun terakhir,” ungkap Yuliono.
Menurutnya, pada tahun 2016 tercatat 662 kasus penderita,  2017 tercatat 155 penderita dan tidak ada korban meninggal, tahun 2018 sebanyak 215 penderita dengan 2 orang korban meninggal.
Dijelaskan Mantan Humas RSUD Sampang tersebut, Dinkes mengajak masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan gerakan 3M plus. Gerakan 3 M plus merupakan cara pencegahan perkembangbiakan nyamuk dengan memberantas tempat bertumbuhnya jentik. “Gerakan 3 M plus yakni menutup, menguras dan mengubur serta abatisasi dan pemakaian obat anti nyamuk sangat penting untuk pencegahan,” ungkapnya.
Menurut Yuliono, daerah endemis DBD hampir merata potensinya di Sampang, namun  ada di lima kecamatan paling mendominasi, karena musim penghujan dan kondisi lingkungan yang kurang bersih yaitu Kecamatan Kedundung, Pangarengan, Sampang, Jrengik dan Camplong. “Gerakan preventif dengan penerapan pola hidup bersih sehat (PHBS), menggalakkan PSN dan gerakan 3M plus, adalah langkah terbaik,” himbaunya.
Waspada DBD ini pun jadi perhatian Dinkes karena bulan Maret-Mei biasanya akan marak, seiring pergantian musim dari penghujan ke musim kemarau. Pada situasi ini, biasanya warga kurang peduli lagi pada potensi adanya genangan karena hujan sudah mulai surut. “Padahal ancaman berkembangnya jentik nyamuk aedes aegypti sebagai penyebar DBD tetap sama tingginya. Maka itu, kami himbau untuk tetap mengedepankan PHBS dan 3M plus,” pungkasnya. (why)
Area lampiran
post-top-smn

Baca berita terkait