Monday, 22 October 2018

Ratusan Rumah di Jombang Terendam Banjir, Puluhan Warga Mengungsi

post-top-smn
Banjir di Jombang

Banjir di Jombang

Jombang, SMN – Hujan deras selama 4 jam mengguyur Kabupaten Jombang, Jawa Timur mengakibatkan 3 sungai besar meluap. Luapan sungai itu merendam sedikitnya 435 rumah penduduk di dua kecamatan.

Banjir terjadi di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung. Ratusan rumah penduduk di desa ini terendam air hingga ketinggian lebih dari satu meter. Banjir kali ini memaksa puluhan warga setempat mengungsi.

Namun, tak sedikit pula yang memilih bertahan di tengah kepungan banjir. Seperti yang dilakukan Kasiani (63), salah seorang warga Dusun Kebondalem, Desa Kademangan.

“Air mulai naik sejak pukul 18.30 WIB. Karena hujan deras sejak pukul 13.00 WIB sampai magrib tadi membuat sungai besar meluap,” kata Kasiani kepada detikcom di rumahnya, Jumat (25/11/2016) malam.

Meski dikepung banjir, Kasiani dan putrinya, Malia (30) memilih bertahan di dalam rumah. Dia justru asyik nonton televisi di ruang tamu meski air setinggi 0,5 meter merendam seluruh bagian rumahnya. Kasur dan perabotan lainnya terlihat menumpuk di atas dipan dari bambu. Sementara di luar rumah, ketinggian air mencapai lebih dari satu meter atau sepinggang orang dewasa.

“Saya sengaja tidak mengungsi karena belum seberapa bahaya, kalau banjirnya besar saya mengungsi ke balai desa. Sambil nunggu banjir surut nanti tidur di atas meja,” ujar perempuan berkacamata ini.

Lain halnya dengan Ponipah (51). Nenek dua cucu ini memilih mengungsi ke gedung pertemuan kantor Desa Kademangan lantaran ketinggian air yang merendam rumahnya mencapai dada orang dewasa. Dia mengungsi bersama putri dan dua cucunya.

“Air masuk ke dalam rumah sudah sampai dada. Barang-barang sudah dinaikkan di balik plafon,” ungkap Ponipah sembari tiduran beralaskan matras di kantor Desa Kademangan.

Ponipah menuturkan, banjir malam ini merupakan yang pertama kalinya terjadi tahun ini. Menurut dia, Desa Kademangan setiap tahun menjadi langganan banjir selama musim hujan.

Ini masih permulaan, tahun kemarin seingat saya banjir lima kali. Kami berharap pemerintah memperbaiki sungai yang lewat kampung kami supaya tidak menjadi langganan banjir,” ujar Ponipah.

Tokoh masyarakat Desa Kademangan, Sopi’i mengatakan, banjir ini merendam 365 rumah penduduk. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 cm sampai 1,5 meter.

“Warga yang mengungsi ke kantor desa sebanyak 60 orang karena rumah mereka tak bisa ditempati untuk tidur,” ucap Ponipah.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Nur Huda menjelaskan, banjir di Desa Kademangan akibat meluapnya Sungai Catak Banteng dan Kaliputih. Kedua sungai ini berhulu di Kecamatan Wonosalam dan Bareng, serta Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Selain itu, lanjut Nur Huda, banjir malam ini juga terjadi di Desa Pulo Gentengan, Kecamatan Jombang Kota. Sedikitnya 70 rumah penduduk terendam banjir setinggi lutut orang dewasa.

“Akibat curah hujan tinggi sehingga Sungai Gude Ploso yang melintasi Desa Pulo Gentengan tidak mampu menampung debit air kemudian meluap ke pemukiman penduduk,” terang Nur.

Hingga pukul 23.00 WIB, banjir di Desa Kademangan masih mencapai 1 meter. Beberapa pengungsi sudah kembali di rumahnya. Namun, sebagian lainnya memilih tidur di balai desa. Sampai saat ini para pengungsi belum menerima bantuan apapun dari pemerintah.

post-top-smn

Baca berita terkait