Tuesday, 23 July 2019

Rata-Rata Kerugian Akibat Bencana Tiap Tahun Capai Rp 30 Triliun

post-top-smn
Ilustrasi bencana longsor

Ilustrasi bencana longsor

Surabaya, SMN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut rata-rata kerugian akibat bencana setiap tahunnya mencapai Rp 30 Triliun. Untuk itu, peran dan tanggung jawab dalam peningkatan kesiapsiagaan sangat diperlukan untuk mengurangi resiko kerugian.

Kepala BNPB, H.E Willem Rampangilei mengatakan, semua orang mempunyai risiko terhadap potensi bencana, sehingga penanganan bencana merupakan kepentingan semua pihak. Terlebih, tren bencana ke depan cenderung meningkat, diantaranya 92 persen adalah bencana hidrometeorologi.

“Peningkatan bencana disebabkan oleh faktor alam dan antropogenik. Faktor alam meliputi dampak perubahan iklim global dimana frekuensi hujan ekstrim makin meningkat dan kerentanan lingkungan. Sedangkan, pengaruh antropogenik meliputi tingginya degradasi lingkungan, permukiman di daerah rawan bencana, DAS kritis dan urbanisasi,” katanya melalui siaran pers BNPB, Rabu (26/4).

Lebih lanjut, Willem mengungkapkan, rekapitulasi kejadian dan dampak bencana tahun 2016 terjadi sebanyak 2.384 bencana yang mengakibatkan 521 jiwa meninggal dunia dan hilang, serta 3,164 juta jiwa menderita dan mengungsi. “Kerusakan dan kerugian akibat bencana tertinggi masih didominasi oleh gempa bumi dan diikuti oleh bencana banjir,” ucapnya.

Berdasarkan hasil kajian risiko bencana dari tahun 2015 hingga sekarang yang disusun oleh BNPB, potensi jumlah jiwa terpapar risiko bencana, meliputi jumlah kerugian fisik, ekonomi, dan lingkungan, berkategori sedang-tinggi yang tersebar di 34 provinsi, per jenis ancaman bencana diantaranya, Puting Beliung sebanyak 244 juta jiwa, kekeringan 228 juta jiwa, dan banjir 100 juta jiwa, gempa bumi 86 juta jiwa, dan bencana tanah longsor 14 juta jiwa.

Sedangkan potensi kerugian fisik tertinggi untuk ancaman gempa bumi sebesar Rp 467 miliar, dan banjir sebesar Rp 176 miliar, tanah longsor sebesar Rp 78 miliar. Seterusnya untuk potensi dampak ekonomi tertinggi adalah kekeringan sebesar Rp 192 miliar, gempa bumi sebesar Rp 182 miliar dan banjir sebesar Rp 140 miliar. (luk/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait