Wednesday, 19 December 2018

PWI Jatim Minta Wartawan Daerah Tingkatkan Kapasitas

post-top-smn

Ketua PWI Jatim Akhmad Munir saat memberikan materi Saraehan Wartawan Ngawi

NGAWI, SMN – Walaupun berada jauh dari kota besar maupun ibukota provinsi, namun wartawan yang melakukan kegiatan jurnalistik di daerah, selalu menjaga idealisme dan meningkatkan kapasitas agar lebih profesional. Hal ini disampaikan Ketua PWI Jatim Akhmad Munir bersama Sekretaris PWI Jatim, Eko Pamuji saat menjadi pemateri dalam sarasehan pers bertema Meningkatkan Profesionalisme Wartawan, bersama wartawan Ngawi di Sarangan, 21 Nopember 2017. “Ada beberapa hal yang perlu diikuti untuk menuju profesionalisme wartawan ini,” ungkap Munir.
Kabiro LKBN Antara Jatim ini menerangkan, standarisasi perusahaan pers yang ditetapkan pemerintah wajib diikuti dan sebaiknya wartawan bekerja di perusahaan yang sudah mematuhi aturan ini yakni diterbitkan oleh perseroan terbatas (PT) yang khusus bergerak di bidang pers. “Kalau bernaung di bawah perusahaan yang benar, apabila ada sengketa pers akan berada di wilayah pers sesuai UU 40/1999,” ujar Munir.
Sementara bagi wartawan juga harus tetap patuh pada kode etik jurnalistik, unsur keberimbangan berita, bekerja dengan benar tanpa banyak kepentingan pribadi. Praktik-praktik pengatasnamaan profesi wartawan untuk mencari keuntungan pribadi juga pantanga dilakukan wartawan Indonesia yang mengerti akan 11 pasal Kode Etik Jurnalistik. “Standar wartawan juga jelas yakni dengan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW),” tambah Munir.
Sementara itu mengenai jerat sengketa pers yang seringkali dilarikan pada tindak pidana umum, menurut Munir harus diantisipasi dengan kinerja wartawan untuk melakukan tugas jurnalistik secara profesional. Tunutan atas kasus hukum pers akan berlaku untuk kegiatan wartawan yang berhubungan dengan memproduksi sebuah berita. “Tugas jurnalistik harus dilakukan dengan profesional, dimana fakta, keberimbangan, verifikatif dan pemilihan narasumber yang kompeten sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu Eko Pamuji menyampaikan materi mengenai Media Massa dan Profesionalisme serta Penulisan Feature. Eko menjelaskan bahwa dalam bekerja sebagai wartawan perlu dipupuk rasa ingin tahu, berpijak pada kepentingan kemanusiaan dan meningkatkan wawasan. “Wartawan yang baik akan terus mengasah profesionalismenya dengan meningkatkan pengetahuan,” katanya.
Sementara itu dalam materinya Penulisan Feature, Eko Pamuji meminta agar wartawan daerah tidak mau kalah dalam mengendus berita untuk bisa disajikan sebagai feature. Dalam kaitan ini feature sedikitnya mengandung tentang human interest, ringan namun penting, bukan berita basi namun tetap berlandaskan hukum jurnalistik 5W +1 H.Dalam penulisan feature juga perlu kerangka berpikir yang baik agar tidak terjebak dalam penulisan opini dan berita peristiwa.
Sarasehan itu sendiri berlangsung sukses dengan melibatkan lebih 60 orang wartawan. Sarasehan itu dibuka Wabup Ngawi, Ony Anwar dan ditutup Sekretaris Kabupaten Ngawi, M, Shodiq Tri W. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait