Sunday, 18 November 2018

PWI, AJI Dan IJTI Kutuk Keras Pelaku Pengeroyokan Dan Pemukulan Kepada Wartawan

post-top-smn

JEMBER, SMN – Tiga organisasi profesi wartawan, buat pernyataan sikap atas pemukulan salah satu wartawan media online, yang terjadi kemarin sore di Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jember, Sigit Edi Maryanto menjelaskan jika terjadi lagi kasus kekerasan terhadap insan jurnalis saat menjalankan tugas.

“Kali ini menimpa wartawan beritajatim.com yang juga pengurus PWI Kabupaten Jember, Oryza Ardiansyah Wirawan,” kata Sigit kepada media ini.

Peristiwa kekerasan itu bermula, saat pertandingan usai dengan skor akhir 1-1, kemudian tiba- tiba pemain Sindo Dharaka mendatangi wasit dan mengerumuninya.

Oryza yang saat itu sedang melakukan peliputan spontan mengambil handphonenya untuk mengambil foto.

“Saat itulah, berdasarkan keterangan dari Oryza, tiba-tiba ada seseorang yang mendatanginya kemudian menegur karena mengambil foto. Bahkan, saat itu handphone milik Oryza sempat dirampas. Namun setelah yang bersangkutan mengatakan bahwa dirinya adalah wartawan akhirnya handphone itu dikembalikan,” ungkap Sigit.

Tetapi, secara tiba- tiba, saat itu sejumlah pemain mendatanginya dan langsung melakukan pemukulan bahkan ada yang menendangnya.

“Akibat peristiwa itu, Oryza mengalami sakit dibagian pinggang dan dada yang terasa nyeri, hingga harus dirawat inap di Rumah Sakit Jember Klinik, sejak Rabu (4/7) malam,” beber wartawan KISS FM ini.

Atas peristiwa itu, Oryza didampingi pengurus PWI Kabupaten Jember melaporkan kasus kekerasan tersebut kepada Mapolres Jember.

“Untuk itulah, kami pengurus PWI Kabupaten Jember menyatakan sikap, antara lain mengutuk keras dan menyesalkan peristiwa kekerasan tersebut terjadi. PWI meminta untuk usut tuntas kasus kekerasan yang dialami Oryza,” terangnya.

Selain itu, ditegaskan Sigit kalau  PWI mendesak kepada Denpom TNI untuk melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang diduga terlibat melakukan kekerasan terhadap Oryza.

“Kami juga meminta kepada kepolisian untuk bertindak cepat atas laporan tersebut, serta meminta kepada PSSI sebagai induk sepak bola nasional menjatuhkan sanksi terhadap pemain dan klub Sindo Dharaka,” ujarnya kembali.

Sementara itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Tapal Kuda juga menyatakan atas sikap atas arogansi suporter dan pemain Sindo Dharaka.

“Kami mengutuk keras tindakan brutal dan semena-mena oknum suporter Dharaka Sindo terhadap insan pers. Kadua mendesak Kepolisian dan Denpom TNI segera turun tangan untuk mengusut tuntas pelakunya. Katiga mendorong Dewan Pers dan juga Komnas HAM RI turun tangan usut tuntas tindakan yang mengancam keselamatan bagi jurnalis,” kata Ketua IJTI Tapal Kuda, Syaiful Kusmandani.

Pernyataan sikap ini kata Syaiful sudah disampaikan kepada Pengurus Pusat IJTI di Jakarta,  Kantor Dewan Pers Jakarta,   Kantor Komnas HAM Jakarta,  Mabes Polri dan Mabes TNI di Jakarta.

Sedangkan Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) Kota Jember juga mengecam atas tindakan kekerasan itu dan menambah panjang daftar tindak kekerasan terhadap jurnalis.

Ketua AJI Jember, Friska Kalia, menyampaikan bahwa AJI Jember menyatakan mengutuk tindakan kekerasan terhadap jurnalis yang tengah melakukan tugas jurnalistik yang dilindungi oleh Undang undang Pers Nomor 40 tahun 1999.

“Meminta kepada panitia pelaksana pertandingan sepakbola mengevaluasi pengamanan pertandingan supaya kejadian serupa tidak terjadi. Dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas tindak kekerasan itu. Serta meminta semua jurnalis untuk bekerja secara profesional dan patuh pada UU Pers serta Kode Etik Jurnalistik,” katanya. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait