Wednesday, 17 October 2018

PT Pelindo Operasikan Dua E-RTG di Pelabuhan Tenau Kupang

post-top-smn

pelindo Kupang, SMN – PT Pelindo III mengoperasikan dua unit Electrical Rubber Tire Gantry (E-RTG) Crane bertenaga baterai di Pelabuhan Tenau Kupang NTT. E-RTG Baterai merupakan alat angkat  dengan teknologi baterai pertama kali di Indonesia, yang mempunyai konsep ramah lingkungan dan memiliki efisiensi penggunaan BBM hingga 60 persen dibandingkan dengan RTG konvensional.

Direktur Utama PT Pelindo III, Orias Petrus Moedak, dalam rilisnya, Senin (14/11)  mengatakan, pengoperasian E-RTG tersebut juga dalam rangka menunjang peningkatan kinerja dan produktivitas bongkar muat di PelabuhanTenau Kupang. Tak hanya dua unit E-RTG, Pelindo III juga melakukan penambahan peralatan angkat berupa satu unit container crane (CC) dan beberapa truck trailer untuk kegiatan gerakan petikemas (haulage) di dalam area terminal pelabuhan.

Orias menjelaskan, penambahan peralatan angkat dan angkut dikarenakan adanya tren peningkatan arus petikemas di Pelabuhan Tenau Kupang dengan rata-rata terjadi peningkatan sekitar 10 persen setiap tahunnya. Dua unit E-RTG Baterai merupakan jenis alat angkat baru yang diproduksi oleh salah satu unit bisnis Pelindo III yakni PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), anak usaha PT BerlianJasa Terminal Indonesia (BJTI).

E-RTG tersebut, katanya, digerakkan dengan tenaga yang bersumber dari baterai, penggunaan BBM hanya sebatas untuk menggerakkan generator untuk mengisi baterai ketika daya baterai pada level 45% dan generator akan mati dengan sendirinya ketika daya baterai pada level 85 persen. Waktu yang dibutuhkan untuk menambah daya baterai dari 40 persen ke 100 persen adalah 0,99 jam, sedangkan daya baterai dapat bertahan selama 1,28 jam atau setara 44 box.

“Penghematan yang dapat dilakukan dengan menggunakan E-RTG Baterai adalah sekitar Rp.1 miliar per tahun yang merupakan penghematan dari konsumsi BBM. Baterai yang digunakan merupakan teknologi Jepang (Toshiba) sebanyak 45 unit baterai. Selain hemat energi, E-RTG Baterai juga mudah untuk dikirim ke pelabuhan tujuan karena dapat dibongkar dan dimasukkan ke dalam petikemas (total 12 petikemas) dan mudah dirakit,” kata Orias.

Lebih lanjut dia mengatakan, Pelabuhan Tenau Kupang, merupakan sebuah pelabuhan yang berada di pulau Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat terjadi peningkatan arus petikemasnya, pada tahun 2011 hanya tercatat 57.149 Teus, pada tahun 2015 sudah meningkat menjadi 99.064 TEUs.

Sampai dengan Triwulan III 2016 ini telah terealisir 74.694 Box atau setara dengan 78.972 TEUs, angka itu dalam satuan TEUs menunjukkan peningkatan sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 68.653 TEUs.(ris/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait