Tuesday, 14 August 2018

Proyek Drainase Rabesen Diduga Asal Dikerjakan

post-top-smn

= SAMPANG - 312

Sampang, SMN – Kegiatan penataan lingkungan pemukiman penduduk pedesaan di Dusun Rabesen, Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, diduga pekerjaannya tidak memenuhi standar. Hal itu terkuak dari hasil monitoring LSM Peduli anti Korupsi (PAKSI) pada Senin (09/02/2015).

Ketua PAKSI, H. Maula Zaini, kepada Optimis mengungkapkan, diduga banyak oknum rekanan PU Cipta Karya Kabupaten Sampang yang mencari kesempatan jika ada proyek di pelosok daerah. Karena dimungkinkan jauh dari jangkuan LSM, sehingga pengawasan dari konsultan kurang maksimal.

“Dengan demikian, para pelaksana proyek akan dapat meraup keuntungan besar, karena materialnya biasanya tidak sesuai dengan bestek,” ungkap H. Maula.

Ditambahkannya, seperti halnya proyek drainase yang terjadi di Dusun Rabesen, bahan-bahan atau materialnya tampak sangat tidak berkualitas sekali. “Contohnya, pasir yang seharusnya memakai pasir hitam, ternyata memakai pasir sirtu,” ulasnya

Bukan hanya itu, lanjut H. Maula, proyek drainase ini ditengarai dikerjakaan hanya asal-asalan saja, tidak sesuai dengan RAB. “Sehingga dalam hitung-hitungan sangat menguntungkan pelaksana,” katanya seraya menambahkan, dalam pelaksanaan proyek tersebut juga tidak disertakan papan nama kegiatan.

Sedangkan menurut masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya, mereka merasa sangat resah dengan adanya ketidakberesan proyek tersebut. “Nilai kontrak bangunan saluran drainase ini cukup besar, yaitu Rp.124.700.00. Dana itu diambilkan dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Sampang tahun 2014, dan dilaksanakan oleh CV Mapan Indah,” ulasnya.

Sementara, Direktur CV Mapan Indah, Abdul Hanan, saat dikonfirmasi mengelak kalau proyek drainase tersebut dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan RAB, dan dikerjakan hanya asal-asalan saja. (opt/yu)

post-top-smn

Baca berita terkait