Friday, 21 September 2018

Promosikan Wisata, Gelar Festival Bumi Orek-Orek

post-top-smn

R Didik P, Kepala.Disparpura Kabupaten Ngawi.

NGAWI, SMN – Sektor Pariwisata semakin dilirik sebagai salah satu peluang mendatangkan pendapatan bagi Pemkab Ngawi. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpura) Kabupaten Ngawi acapkali menggelar berbagai event demi mempromosikan potensi wisata yang ada di Ngawi. Salah satunya juga penyelenggaraan Festival Bumi Orek-Orek pada 14-15 Juli 2018 di Benteng Van Den Bosch. “Ini sebagai salah satu upaya mempromosikan potensi wisata termasuk Benteng Van Den Bosch yang sudah dibuka untuk umum,” kata R Didik P, Kepala Disparpura Ngawi.

Didik juga menerangkan bahwa selain mengenalkan Ngawi ke luar daerah juga mengundang artis-artis nasional seperti Jadug Feriyanto dan Dewa Bujana. Kedatangan artis nasional ini diharapkan akan menjadi magnet untuk mendatangkan pengunjung. “Juga menjadi semangat bagi seniman Ngawi untuk terus berkarya dan mempertunjukkan seni khas asli Ngawi,” kata Didik.

Didik juga menyatakan seniman Nasional akan berkolaborasi dengan seniman-seniman asal Ngawi. Sudah ada 12 kecamatan yang ikut mengisi acara baik dalam kegiatan seni tari maupun bernyanyi. “Mereka akan tampil bersama, menampilkan kesenian yang tumbuh di daerah masing-masing,” ungkap Didik.

Didik yang juga mantan Kepala Dinas Satuan Pamong Praja Ngawi ini juga menyatakan bahwa upaya pengenalan potensi wisata, budaya dan olahraga serta kegiatan kepemudaan memang digalakkan. “Walaupun belum signifikan mendatangkan PAD bagi Ngawi, namun kami yakin akan terus meningkat karena menunjukkan trend naik  juga dari sektor pemasukan wisata,” ungkapnya.

Biaya-biaya promosi yang dikeluarkan Disparpura Ngawi, sekitar Rp 2 M  lebih per tahun terhitung sejak tahun 2016 sampai sekarang sementara target pemasukan dari sektor ini baru terpasang sekitar Rp 400 juta setahun. “Biaya promosinya memang masih lebih besar dari pendapatan, namun  kami yakin ke depan target untuk bisa mendongkrak PAD dari sektor wisata bisa tercapai,” katanya.

Disparpura mengakui bahwa mendatangkan PAD yang besar dari sektor wisata yang seimbang dengan pengeluaran, masih menjadi cita-cita serta belum diketahui target waktu untuk memenuhi hal tersebut. “Kalau sampai sekarang, pemasukan baru sekitar 20 persen dari pengeluaran tiap tahunnya,” ungkap Didik. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait