Monday, 17 December 2018

Program “Tani Bolo Suryo”, Menuntaskan Masalah tanpa Masalah

post-top-smn

telah diberikannya pinjaman tanpa anggunan kepada para petani disejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk.

Nganjuk, SMN – Setelah diresmikan oleh Plt. Bupati Nganjuk, KH Abdul Wachid Badrus, “Program Tani Bolo Suryo” akan segera diwujudkan. Hal itu dibuktikan dengan telah diberikannya pinjaman tanpa anggunan kepada para petani disejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk.

HM Suryo Alam Ak, MBA mengatakan program ini bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan petani. Dari awal penanaman hingga masa panen meliputi benih,pupuk non subsidi hingga modal untuk upah kerja selama masa tanam.
Mengapa program ini lebih unggul ? karena adanya kerja sama antara pihak kami dengan petani untuk pembelian benih dan pupuk dalam jumlah besar sesuai pengajuan mereka,tentu akan membuat  harga lebih murah dibanding harus membeli perseorangan karena dalam jumlah partai besar. Serta adanya upah kerja selama masa tanam. Jadi para petani tetap mempunyai pegangan untuk paska tersebut. tidak perlu hutang kesana-kesini untuk kebutuhan sehari -hari yaitu sebesar Rp 2.000.000,-per bulan.  Walaupun program ini Terlebih dahulu diterapkan pada tanaman jagung,padi dan bawang merah ,” Ujarnya, Saat diwawancara. Rabu (08/11/2017) di kantor sekretariat relawan “Bolo Suryo” Jalan Mastrip Kota Nganjuk.

Anggota Komisi X DPR RI tersebut juga mengimbuhkan  program ini akan dirancang selama 3 tahun ke depan untuk dapat melihat hasil yang optimal untuk prospek jangka panjang atau kelanjutannya. Dan salah satu hal yang membuat sangat menarik program yang saya gagas yakni adanya asuransi apabila petani mengalami gagal panen. jadi biaya modal tanamnya bisa diganti untuk masa tanam yang akan datang.

Seperti point akhir dari masa tanam yakni panen. BACABUP Nganjuk ini juga berencana akan mencoba mengusahakan agar saat panen,tiba harga tidak anjlok yang serta merta merugikan petani. Dari situlah dia mengundang para pengusaha muda yang kebetulan juga hadir dalam acara launching tersebut,untuk memberikan beberapa solusi seperti mencegah permainan tengkulak yang mengdrop barang ke satu area agar harga turun,atau membantu petani untuk menggunakan metode tunda jual / Sistem pergudangan agar tetap laku dengan harga yang pantas.

Untuk Tahap awal tercatat 450 Hektare sawah,dimana setiap hektarenya dialokasikan dana sebesar Rp 25.000.000,-. walaupun masih jauh dari target yang saya inginkan yakni 3000 hektare.Apalagi program non pemerintah dan menggandeng pihak swasta yakni perbankan sebagai partner saya. Bertujuan untuk mensejahtrakan Wong Tani karena saya dulu juga Anak petani”Ungkapnya.(Ian/Rmb)

post-top-smn

Baca berita terkait