Wednesday, 24 April 2019

PROGRAM SEKOLAH GRATIS TAHUN 2019, UNTUK SMK DAN SMA

post-top-smn

kacabdindik H Sugiono.

Lumajang, SMN – Sesuai pernyataan gubernur Jatim terpilih, dan juga Bupati Lumajang terpilih,
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Propinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Lumajang, H Sugiono mendukung dan akan segera mensosialisasikan program sekolah gratis bagi pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Masih adanya tarikan atau sumbangan yang meresahkan wali murid, H Sugiono menyampaikan, jika saja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memberi Bantuan Operasional Siswa (BOSDA) lagi seperti visi misi Bupati Lumajang  terpilih, pihaknya akan menjamin SMA dan SMK akan gratis.

“Mulai Januari 2019 mendatang, SPP bagi SMK dan SMA akan di hapus, namun hal itu sambil menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari Surabaya,” kata H Sugiono. Saat ini SPP tidak gratis, karena anggaran sekolah masih berat, sebagai contoh untuk honor Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT), saja blm memenuhi standar, belum biaya operasionalnya.

Menurut H Sugiono, kalaupun ada tarikan, urunan ataupun sumbangan, itu harus melalui Komite Sekolah.
“Sebenarnya, yang menarik iuran itu bukan pihak sekolah, tapi Komite Sekolah melalui rapat wali murid, dan besarannya terserah dari kesepakatan wali murid,” terangnya. Seperti yang di kutip dari kompas.com, bahwa sudah satu tahun ini, propinsi mendapat kewenangan mengelola SMA dan SMK, dan baru sedikit pemerintah propinsi yang berani menggratiskan biaya sekolah para siswa.

Dan pada tahun depan, Khofifah memang memastikan akan menggratiskan biaya bulanan siswa SMA dan SMK di wilayahnya. Menurutnya, siswa SMA dan SMK negeri dan swasta di kabupaten Sidoarjo, tidak lagi membayar SPP tahun depan .Selain siswa, Khofifah juga akan melirik para GTT dan PTT yang jumlahnya mencapai 21 ribu orang. Mereka akan mendapat tambahan insentif.

Ia mengaku sudah membahas program SPP gratis bagi siswa SMA dan SMK dengan Gubernur Soekarwo dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur. Mereka sepakat dan mendukung karena ternyata APBD Provinsi Jawa Timur mencukupi untuk merealisasikan program SPP gratis ini. Dengan adanya program ini, lanjut dia, diharapkan tidak ada lagi orangtua yang bingung memikirkan uang untuk membayar SPP anaknya yang duduk di bangku SMA/SMK negeri maupun swasta.

“Seluruh anak di Jawa Timur harus bisa sekolah dan tidak ada lagi siswa drop out (DO) gara-gara tak mampu membayar uang SPP,” bebernya lagi. Khofifah berharap program SPP gratis ini akan membuat siswa bisa belajar lebih baik, demi mencapai cita-cita mereka. Selain menggratiskan SPP, mantan Menteri Sosial itu juga memastikan seluruh GTT dan PTT akan mendapat insentif. Sampai saat ini, dari 21 ribu guru dan pegawai,  hanya 8.000-an di antaranya yang mendapat insentif. Semua akan mendapat insentif tandas Khofifah, karena ini adalah sebuah program yang pro rakyat. (Atk)

post-top-smn

Baca berita terkait