Wednesday, 22 May 2019

Produksi Turun, Harga Tembakau Merangkak Naik

post-top-smn
Foto Kebun tembakau

Foto Kebun tembakau

Surabaya, SMN – Kondisi musim hujan yang kini mulai banyak turun di berbagai daerah membuat produksi tembakau kian menurun. Bahkan penurunan jumlah produksi cukup drastis hampir 50 persen dari produksi tahun 2015. Namun anjloknya produksi tembakau membuat harga jualnya kini mulai merangkak naik.

“Anjloknya jumlah produksi disebabkan tingginya curah hujan yang sudah terjadi di awal tahun. Ini mengganggu musim tanam petani yang akhirnya memundurkan waktu tanam atau memilih tidak menanam tembakau karena takut gagal panen,” kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, Soeseno, Jumat (7/10).

Ia menjelaskan, saat ini jumlah lahan yang ditanami turun sekitar 40 persen dari semula. Pada tahun 2010 luas lahan tembakau di indonesia seluas 157.418 hektare. Kualitas tembakau yang dihasilkan pun turun karena daun tembakau mengandung banyak air sehingga saat proses penjemuran dan pewarnaan tidak sempurna.

Namun persediaan stok tembakau yang menurun, turut mendongkrak harga jualnya. Ia menuturkan, saat ini harga tembakau mencapai Rp 40-50 ribu per kg. Padahal, lanjutnya, harga tembakau sempat turun sampai Rp 26 ribu per kg. Ia berharap, hingga akhir Oktober ini harga terus naik.

Data APTI menyebutkan, produksi rokok nasional pada 2015 tercatat sebanyak 360 miliar batang. Untuk itu, dibutuhkan pasokan tembakau di kisaran 360 ribu ton dengan estimasi 1 batang rokok membutuhkan 1 gram tembakau.

Menurut data APTI, kapasitas produksi tembakau petani Indonesia tahun 2015 mencapai 225.583 ton. Artinya, memang masih ada kebutuhan sekitar 175 ribu ton, yang kemudian ditutup pemerintah dengan mengimpor tembakau dari luar negeri, antara lain dari Amerika dan China.

Dengan prediksi turunnya produksi tembakau karena faktor cuaca berpotensi meningkatkan kapastitas impor tembakau. Namun, ia meyakini produksi tembakau masih bisa kembali ditingkatkan dengan catatan jika kondisi cuaca panas atau kemarau. (afr/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait