Friday, 26 April 2019

Pramuka Jatim Jadi Pilot Project Nasional

post-top-smn
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

Jatim, SMN – Perhatian Pemprov Jawa Timur terhadap Gerakan Pramuka mendapat apresiasi khusus dari Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault. Mantan Menpora tersebut menilai Kwarda Jatim di bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf cukup berkembang pesat dan diminati banyak anak muda. Untuk itu Pramuka Jatim kini dijadikan pilot project nasional.

“Jatim telah sukses menggelar East Java Scout Challangge (EJSC) di Pasuruan ada lebih dari 200 ribu anak yang terlibat. Ini salah satu program yang luar biasa dan bisa membuat Pramuka di Jatim sangat diminati generasi muda,” kata Adhyaksa saat ditemui di Grahadi Surabaya, Senin (16/2).

Saat ini, kata dia, persoalan yang dihadapi bangsa situasinya sangat berbeda. “Ada empat masalah yang bisa menghancurkan dunia, industri, investasi, individualis, dan informasi. Generasi 2000-an ini termasuk generasi cyber yang lebih cenderung individualis,” ungkapnya.

Bahkan, lanjutnya, saat ini anak lebih banyak disibukkan dengan bermain gadget. “Ayah, ibu, dan anak semuanya main gadget. Setiap orang seperti hidup di dalam lift. Masuk di ruang yang sama dan tanpa saling menyapa dan berpisah setelah berhenti ditujuan masing-masing,” ujarnya.

Tak hanya persoalan individualis. Menurutnya, generasi muda Indonesia saat ini lebih suka budaya dari luar. “Kalau ada artis Korea, ada Suju (Super Junior) mereka teriak histeris. Film yang mengangkat tema Pramuka mungking hanya bertahan tayang di bioskop selama dua atau tiga hati. Tapi kalau film barat bisa sampai dua atau tiga minggu dan banyak diminati,” tuturnya.

Untuk itu, ia berharap Gerakan Pramuka yang mendapatkan perhatian serius dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim ini bisa dicontoh oleh daerah lain. Tak terkecuali, lanjutnya, Kwarnas juga ikut mencontoh apa yang telah dilakukan Kwarda Jatim dalam memajukan dan merevitaliasi Gerakan Pramuka.

Ketua Majelis Pembimbing Daerah Kwarda Jatim, Soekarwo menuturkan, Gerakan Pramuka mengambil peran mendidik anak muda yg tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. “Pramuka ini menjadi pelengkap untuk pendidikan formal. Di bawah kepemimpinan Gus Ipul, Kwarda Jatim bisa kembali mengajak anak muda tertarik dengan Gerakan Pramuka,” katanya.

Menurutnya, dengan sukses tersebut maka Gus Ipul pantas menjabat kembali sebagai Ketua Kwarda untuk periode 2016-2020 setelah sebelumnya sukses menjabat periode 2011-2015. “Program dan susunan pengurusnya cocok. Organisasinya jadi sangat rasional, sehingga bisa maju dan berkembang,” tuturnya.

Ia juga menitipkan pesan pada Gus Ipul agar Gerakan Pramuka Jatim juga lebih ditekankan pada aspek spiritual dan moral. “Pendidikan spiritual dan moral melalui Gerakan Pramuka ini jadi basis penting sehingga tidak akan ada gafatar lagi. Ini harus menjadi prioritas dalam menjalankan periode ke depan,” tukasnya.

post-top-smn

Baca berita terkait