Friday, 20 July 2018

PORNOGRAFI: ANCAMAN KESEHATAN BAGI GENERASI PENERUS BANGSA

post-top-smn

Oleh : Lucky Amanda Fajriyanti

Kesehatan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia dan bagian dari hak asasi manusia. Kesehatan mempunyai peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya berkualitas yang sangat diharapkan adalah remaja. Remaja adalah generasi penerus bangsa yang berkewajiban terhadap kemajuan bangsa.

Masa remaja merupakan masa yang rentan. Bekal keimanan dan pendidikan reproduksi sangat penting agar remaja dapat melewati dengan aman tanpa mengalami masalah yang signifikan.

Seiring kemajuan ilmu dan teknologi, media massa baik cetak maupun elektronik merupakan salah satu sarana yang sangat ampuh mempengaruhi remaja untuk berperilaku. Media massa saat ini banyak menampilkan tayangan yang menonjolkan pornografi.

Pornografi mencakup gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi yang memuat eksploitasi seksual pelanggaran norma kesusilaan dalam masyarakat

Sejak munculnya internet, remaja dapat dengan mudah mengakses berbagai macam konten pornografi secara bebas tanpa batas. Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia mengemukakan jika negara kita selain menjadi negara tanpa aturan yang jelas tentang pornografi, juga mencatat rekor sebagai negara kedua setelah Rusia yang paling rentan terhadap penetrasi pornografi pada anak-anak

Rangsangan hebat pornografi dan frekuensi tinggi terhadap keterpaparan pornografi mengakibatkan percepatan pematangan hormon seksual. yang dapat menyebabkan menarche terjadi lebih awal.

Menarche merupakan menstruasi pertama wanita yang ditandai dengan keluarnya darah dari vagina akibat peluruhan lapisan endometrium yang dipengaruhi oleh perubahan hormon. Menarche dikatakan normal jika terjadi pada remaja usia 12 tahun.

Remaja yang mengalami menarche dini mempunyai rasa ingin tahu yang besar terhadap seksualitas yang disalurkan melalui hubungan lawan jenis dalam bentuk percintaan.  Remaja dalam fase ini akan meniru apa yang dilihat dan didengar dari media yang sering diakses. Manakala seorang remaja mengakses konten pornografi dan merasa terangsang, maka ia akan merasa tertantang untuk melakukannya. Hal ini berakibat seorang remaja menjadi semakin permisif terhadap perilaku dan norma yang ada.

Kecanduan pornografi menjadi hal yang paling ditakutkan. Ini dikarenakan frekuensi yang tinggi dalam akses tayangan pornografi, akan menjadi sebuah kebutuhan dan jika kebutuhan semakin tinggi akan menyebabkan perilaku menyimpang.

Banyak orang belum menyadari efek negatif pornografi lebih besar daripada narkoba dalam hal merusak otak.

Menurut Hilton jika narkoba dapat merusak otak pada tiga bagian, pornografi akan merusak otak di lima bagian. Berarti, daya rusak
pornografi terhadap otak lebih dahsyat 156% dibanding narkoba. Selain itu pornografi dapat memberi dampak langsung pada perkembangan otak anak dan remaja yang menyebabkan kerusakan otak permanen jika tidak segera diatasi

Semakin mudahnya akses media pornografi sekarang ini dijadikan sebagai wadah hiburan tersendiri bagi remaja. Pelecehan seksual terhadap remaja perempuan sangat sering terjadi. Bukan terhadap perempuan saja, bahkan anak-anak juga dapat menjadi sasaran perilaku menyimpang dari remaja konsumen aktif pornografi tersebut.

Meningkatnya jumlah remaja sebagai konsumen pornografi aktif sejalan dengan peningkatan remaja seksual aktif. Hamil di luar nikah, hamil muda dan terjadi aborsi merupakan masalah yang disebabkan oleh pornografi. Sehingga prevalensi penyakit oleh perilaku seksual aktif remaja tersebut juga akan semakin meningkat. Hal ini adalah masalah besar pada koridor kesehatan reproduksi yang wajib segera dikendalikan. Jadi adanya kolaborasi dari elemen pemerintah, pendidikan, kesehatan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi darurat pornografi.

Pemerintah perlu secara tegas menerapkan Undang-Undang Pornografi. Memblokir semua situs dan media yang berbau pornografi sudah menjadi suatu keharusan. Pendidikan reproduksi secara berkala wajib diberikan melalui sosialisasi di semua sekolah. Masyarakat dalam hal ini juga harus berkontribusi memperkuat keimanan remaja masa kini dengan meningkatkan frekuensi kegiatan keagamaan dan kegiatan positif lainnya. Namun, perlu diingat bahwa yang paling dominan yaitu pendidikan dan pengawasan orang tua terhadap anak. Hal ini yang menjadi suatu keharusan, karena orang tua merupakan pendidikan pertama dan utama bagi anak dan remaja. (*)

 

*) Mahasiswa S2 Semester 2 Peminatan Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga,

*) RSUD Nganjuk

post-top-smn

Baca berita terkait