Monday, 17 December 2018

Polresta Probolinggo dan BNN Lumajang Razia Lapas, Dua Warga Binaan Pengguna Sabu ditemukan

post-top-smn
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal saat memeriksa hasil tes urine dari petugas BNN Kabupaten Lumajang

Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal saat memeriksa hasil tes urine dari petugas BNN Kabupaten Lumajang

Lumajang, SMN – Dalam mengantisipasi dan mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Probolinggo bersama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Lumajang gelar razia di Lapas Klas IIB Kota Probolinggo, siang ini.

Kata Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, pada saat melakukan razia ditemukan dua warga binaan dari Lapas Klas II B Kota Probolinggo, menggunakan sabu.

Dari pantauan media, razia tersebut dipakuoan pada masing masing kamar dan warga binaan digeledah oleh petugas.

“Penggeledahan dilakukan terhadap 38 orang warga binaan yang terindikasi dengan melakukan cek urine untuk memastikan apakah di dalam Lapas mereka mengkonsumsi narkoba atau tidak,” katanya kepada media.

Namun setelah dilakukan penggeledahan dan cek urine, maka diketahui ada 2 warga binaan kasus narkoba yang menempati kamar 2C, yang mengkonsumsi narkoba tersebut.

“Diketahui kedua warga binaan tersebut bernama Faisal (25) dan Ari Wicaksono (25), yang mana pada hasil tes urinenya positif mengonsumsi narkoba, pasalnya hasil tes urine keduanya mengandung zat amphetamin dan methamin,” jelasnya.

Adanya temuan 2 warga binaan yang hasil tes urinya positif terindikasi menggunakan narkoba jenis shabu tersebut, Kepala Lapas Klas II B Kota Probolinggo, Imam Purwanto saat dikonfirmasi wartawan, mengatakan bahwa kedua warga binaan yang terindikasi menggunakan narkoba jenis shabu adalah pindahan dari Rutan Porong Sidoarjo dan Rutan Medaeng Surabaya.

“Keduanya baru dipindah ke sini sejak dua bulan lalu. Faisal pindahan dari Rutan Porong dan Ari Wicaksono pindahan dari Rutan Medaeng,” kata Imam kepada wartawan.

Sejak satu bulan lalu, kata Imam pihaknya juga mendapat kiriman warga binaan lagi dari Rutan Medaeng 30 narapidana, dari Rutan Porong 20 narapidana.

“Sehingga penghuni Lapas Klas IIB Kota Probolinggo ini jumlahnya ada 480 warga binaan. Dari 480 warga binaan tersebut, kata Imam, 148 adalah warga binaan kasus narkoba,” bebernya.

Imam sangat berharap, kedua warga binaan yang terindikasi positif menggunakan narkoba jenis shabu itu indikasinya sebelum pindah disini.

“Karena kami secara rutin setiap 2 minggu sekali melakukan tes urine warga binaan, khususnya kasus narkoba,” ujarnya lagi.

Disamping itu menurut Imam, pihaknya juga secara intensif melakukan periksaan terhadap pengunjung, baik itu barang bawaan dan badannya.

“Ini semua dilakukan untuk antisipasi masuknya narkoba kedalam Lapas,” terangnya.

Sementara itu, BNN Kabupaten Lumajang kepada awak media menyampaikan, kalau razia ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak jaringan dan peredaran narkoba di dalam lapas.

Karena sering didengar masih adanya jaringan dan peredaran narkoba yang dikendalikan oleh warga binaan kasus narkoba dari dalam lapas.

Dalam kegiatan tersebut, kata Kepala BNN Kabupaten Lumajang AKBP Wuwuh kepada wartawan mengatakan jika dari 38 warga binaan yang dilakukan tes urine, ada 2 orang yang hasil tes urine memang positif menggunakan narkoba jenis shabu.

“Hasil dari tes urine keduanya positif mengandung zat amlhetamin dan methamin. Keduanya sekarang masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas,” ungkapnya.

Jadi sama dengan apa yang disampaikan Kapolresta Probolinggo, bahwa kata AKPB Wuwuh, kalau keduanya baru dipindah ke Lapas Klas IIB Kota Probolinggo ini, sejak 2 bulan lalu. Terindiksi Faisal pindahan dari Rutan Porong, sedang Ari Wicaksono pindahan dari Rutan Medaeng.

Jadi untuk mempersempit jaringan dan ruang gerak peredaran narkoba di wilayah hukum Polresta Probolinggo, kami akan intens melakukan razia diseluruh elemen yang ada,” pungkasnya.

Yang mana sebelumnya, BNN dan Polresta Probolinggo juga melakukan razia di lautan. (atk)

post-top-smn

Baca berita terkait