Tuesday, 14 August 2018

POLRES NGANJUK SOSIALISASIKAN ANTISIPASI RADIKALISME di PUTREN

post-top-smn

Polres Nganjuk mengadakan sosialisasi dan diskusi bersama masyarakat dengan tema Antisipasi/pencegahan Radikalisme,berita hoax dan hate speech (ujaran kebencian) di Desa Putren kecamatan Sukomoro Nganjuk (8/8/3018).

Nganjuk, SMN Pentingnya mengajak masyarakat untuk memahami, mengerti dan menjaga keamanan persatuan di lingkungannya, Polres Nganjuk mengadakan sosialisasi dan diskusi bersama masyarakat dengan tema Antisipasi/pencegahan Radikalisme, berita hoax dan hate speech (ujaran kebencian) di Desa Putren kecamatan Sukomoro Nganjuk (8/8/3018). Bertujuan agar masyarakat bisa membedakan berita yang benar dan Hoax, serta tidak asal menyebarkan berita yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Apalagi bagi penyebar hoax dan hate speech dapat terkena hukuman pidana sesuai Undang Undang yang berlaku.

Perwakilan Kapolres Nganjuk dalam sambutannya menyampaikan bahwa, Bangsa kita saat ini rawan dengan radikalisme (faham radikal yaitu keinginan perubahan dalam sosial politik dengan cepat dengan menggunakan hate speech, terorisme dan bersifat sara) terutama saat ada momen politik seperti pilkada, pileg, pilpres dll. Masyarakat diajak waspada dan tanggap serta dapat memfilter gerakan radikalisme termasuk berita hoax dan ujaran kebencian.

Ada ungkapan mulutmu/jarimu harimaumu. Karena itu menggunakan Android harus dengan bijak, Jangan sampai memecah persatuan. Keamanan dan nilai 4 pilar kebangsaan. Dengan lingkungan yang aman tentram kita bisa menjadi masyarakat yang lebih maju dan lebih cerdas.

Kasat binmas Polres Nganjuk sebagai tim sosialisasi menyampaikan bahwa faham radikal sangat tidak bisa di biarkan di Indonesia karena Indonesia itu Bhineka tunggal ika. Contohnya tindakan  bom bunuh diri adalah salah satu bentuk radikalisme dengan alasan sara. Hasilnya merugikan banyak pihak termasuk keluarganya sendiri. Dengan revisi Undang – Undang terorisme no. 33 th 2015 masyarakat diharapkan hati-hati dg seruan radikalisme. Gerakan yang ingin mengganti dasar negara dan memecah belah NKRI. Apabila masyarakat menjumpai hal yg mencurigakan diharap segera lapor ke pihak kepolisian. Apakah itu dalam bentuk berita Hoax atau ujaran kebencian yang ancaman hukumannya 7 tahun. Selain mensosialisasikan antisipasi radikalisme, dari tim juga mengingatkan masyarakat tentang Undang – Undang perlindungan anak. Masyarakat jangan segan melapor ke polisi apabila ada peristiwa kekerasan dan bullying terhadap anak di bawah 17 tahun di lingkungannya.

Acara ini di hadiri forpimka, kades dan perangkat desa Putren, tokoh masyarakat, RT, RW dan tamu undangan. Secara singkat Danramil Sukomoro menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi Polres Nganjuk berkeliling desa di kabupaten Nganjuk ini sangat positive. Menjaga 4 pilar kebangsaan mulai dari tingkat bawah. Desa yang aman maka sampai ke atasnya juga bisa aman. Harapannya dg sosialisasi ini masyarakat Putren dapat memahami dan tidak terkena paham radikalisme dan dapat terus kondusif sehingga pembangunan dapat tercapai demi kesejahteraan masyarakat. Tidak ada pertanyaan dari undangan.

Acara ditutup Kades Putren, Nidi dengan doa dan harapan sosialisasi ini membawa manfaat bagi masyarakat desa Putren tetap aman dan kondusif. Disambung acara kejutan dari perangkat desa dengan acara “gebyuran “air untuk Kades Nidi yang berulang tahun ke 49 dilanjutkan tiup lilin dan makan bersama. (Rmb)

post-top-smn

Baca berita terkait