Tuesday, 23 April 2019

Polres Lumajang Bekuk Komplotan Rampok

post-top-smn

 “Mereka ini perampok yang tak segan melukai korbannya,” ungkap Kapolres Lumajang, AKBP M. Arsal Syahban, Selasa (29/1).

Lumajang, suaramedianasional.co.id – Berakhir sudah petualangan Rohmat dan Ponadi. Kedua orang ini akhirnya dapat diringkus petugas Polres Lumajang setelah aksi perampokan yang mereka lakukan Nopember lalu. “Mereka ini perampok yang tak segan melukai korbannya,” ungkap Kapolres Lumajang, AKBP M. Arsal Syahban, Selasa (29/1)
Hal ini bermula saat tersangka Rohmat bersama 3 rekannya melakukan aksi  perampokan di Desa Kalisemut, Kecamatan Padang.
Kejadiannya Nopember lalu,  di rumah Achmad Khozaini. Pelaku masuk dengan cara mencungkil jendela rumah. Pemilik rumah saat itu  hanyalah istri korban yang dirumah sendirian. Saat mendengar suara ribut, mendatangi sumber suara tersebut, istri korban menemukan pelaku sudah masuk kedalam rumahnya, sontak salah satu pelaku menodong istri korban dengan sebilah celurit dan mengikatnya.
Setelah mengikat istri korban para pelaku menguncinya di dalam kamar dan membawa pergi 2 unit kendaraan beserta gelang emas di atas meja kamar korban.
Seminggu kemudian, komplotan ini juga menyatroni rumah Ripin. Juga warga Kalisemut. Sampai kemudian Tim Cobra Polres Lumajang berhasil meringkus Rohmat dan Ponadi.
Pemeriksaan polisi menemukan, kedua tersangka sudah sering keluar masuk penjara karena merampok. Ponadi sudah 3 kali dipenjara sedangkan Rohmat sudah 4 kali dibui. “Semuanya karena kasus perampokan,” ungkap Kapolres.
Komplotan ini terkenal sadis dan umumnya dalam setiap aksinya, mereka tak segan-segan melukai korbannya.
Kapolres menerangkan, aksi komplotan ini tidak pernah sendiri, minimal mereka berdua bahkan kadang sampai 7 orang. “Nama-nama pelaku sudah kami kantongi, sementara ada 6 orang yang masuk dalam jaringan komplotan begal sadis ini sudah kami identifikasi, tunggu tanggal mainnya,” ujar Arsal.
Tersangka dikenakan pasal 365 ayat 2 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan pada malam hari, dan dilakukan bersama-sama dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (tik)

post-top-smn

Baca berita terkait