Thursday, 16 August 2018

Polres Jember Santuni Keluarga Laka Laut KM Joko Berek

post-top-smn

JEMBER, SMN – Pasca kecelakaan KM Joko Berek yang menewaskan 8 orang nelayan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Polres Jember memberikan tali asih kepada keluarga 8 korban laka laut tersebut.

Tali asih tersebut diberikan secara langsung Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH SIK MH yang di dampingi oleh Ketua Bhayangkari Cabang Jember, Cut Laura Kusworo beserta jajaran anggota Polres Jember.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir juga Babinsa, Babinkamtibmas, serta Camat Puger untuk memberikan tali asih kepada keluarga korban kecelakaan maut di pantai Puger.

Kapolres Jember juga mengatakan bahwa, kegiatan ini di samping kita masih melaksanakan terus pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan.

“Kita melaksanakan kegiatan bakti sosial yang memberikan tali asih kepada keluarga-keluarga korban kecelakaan maut di Puger, semoga apa yang kami lakukan ini walaupun tidak banyak semoga bisa bermanfaat bagi keluarga korban yang ditinggalkan dan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan atas meninggalnya kepada saudara-saudara yang mengalami kecelakaan di Puger,” kata AKBP Kusworo.

Kapolres Jember, juga memaparkan jika akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Dan tentunya kami dengan pemerintah daerah yang memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat yang seharusnya ketika cuaca buruk atau ombak tinggi itu ada alternatif lain untuk mata pencaharian tidak hanya nelayan saja,” paparnya.

Pemberitahuan dan himbauan kepada para nelayan berkaitan dengan cuaca buruk untuk tidak melaut, Kapolres Jember mengatakan agar tidak mencari ikan pada cuaca buruk ini.

“Tapi nelayan karena tuntutan ekonomi kebutuhan perut istilah mereka, sehingga mereka mau nggak mau mereka nekat harus laut, dan inilah yang mengakibatkan kecelakaan itu terjadi,” lanjutnya.

Kapolres berharap, dengan adanya kejadian ini, ada alternatif lain untuk mencari mata pencarian lain, pada saat cuaca buruk seperti kali ini.

Kepada pihak tugas pengawas, sebaiknya juga memfilter kapal apa yang boleh dan tidak untuk melaut, walaupun cuaca buruk sebagaimana diketahui bersama dari BMKG.

Dari data yang diperoleh media ini, bahwa perahu jukung cenderung lebih aman, perahu kecil yang memiliki sayap kanan kiri itu lebih aman dibandingkan dengan kapal-kapal besar yang seandainya diterjang ombak seperti KM Joko Berek itu, sebab perahu jukung relatif stabil.

Kapolres Kusworo mengatakan, tentunya hal ini juga perlu untuk diindahkan bagi semuanya.

“Kedisiplinan ini perlu juga termasuk para nelayan, para masyarakat untuk sama-sama mengindahkannya, kita tidak ingin ada insiden terulang dari kejadian yang menimpa pada dua hari yang lalu,” bebernya.

Penertiban juga lakukan dengan melakukan pemeriksaan, berkaitan dengan kelalaiannya, mungkin mengakibatkan seseorang meninggal dunia ini.

“Agar menjadi efek jera atau pembelajaran bagi yang lain, agar tidak dengan mudah setelah kita adakan pemberitahuan untuk tidak laut, tapi tetap nekat nah ini bisa mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain,” ungkapnya.

Kapolres Kusworo menyampaikan, bahwa untuk sementara ini, nahkoda masih belum bisa di ambil keterangan karena masih shock.

“Tapi Insya Allah kalau hari ini lebih baik kita akan ambil keterangan hari ini, dan kita akan lihat siapa yang paling bertanggung jawab dalam insiden ini,” pungkasnya. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait