Tuesday, 12 December 2017

Pokjanal PSN-DBD Kabupaten Kediri Perang Melawan Nyamuk

post-top-smn

Kediri Monitoring DBD

Foto: Pokjanal PSN-DBD Kabupaten Kediri saat melakukan monitoring dan evaluasi ke Kecamatan Kras dan Tarokan Jum’at (13/2) lalu

Kediri, SMNDBD (Demam Berdarah Dengue) merupakan salah satu penyakit infeksi virus yang penyebarannya dilakukan oleh nyamuk Aedes. Virus dengue ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes. Aedes Aegypti merupakan vektor epidemi paling utama namun spesies lain seperti Ae. Albopictus, Ae. Polynesiensis anggota dari Ae. Scutellaris complex dan Ae. Niveus juga dianggap sebagai vektor sekunder.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Adi Laksono, MM.MARS. sebelum Tim Pokjanal PSN – DBD Kabupaten Kediri berangkat melakukan monitoring dan evaluasi ke Kecamatan Kras dan Tarokan Jum’at (13/2) di Kantor Kesehatan mengatakan “Seseorang yang di dalam darahnya mengandung virus dengue merupakan sumber penular penyakit DBD. Bila penderita tersebut digigit nyamuk penular, maka virus dalam darah akan ikut terisap masuk ke dalam lambung nyamuk. Selanjutnya virus akan memperbanyak diri dan tersebar di berbagai jaringan tubuh nyamuk termasuk di dalam kelenjar liurnya” ujar Adi Laksono.

Adi Laksono menjelaskan kira-kira 1 minggu setelah mengisap darah penderita, nyamuk tersebut siap untuk menularkan kepada orang lain. Virus ini akan berada dalam tubuh nyamuk sepanjang hidupnya. Oleh karena itu nyamuk Ae.aegypti yang telah mengisap virus dengue ini menjadi penular (infektif) sepanjang hidupnya.

Adi Laksono menambahkan penularan ini terjadi karena setiap kali nyamuk menusuk (menggigit), sebelum mengisap darah akan mengeluarkan air liur melalui saluran alat tusuknya (proboscis) agar darah yang diisap tidak membeku. Bersama air liur inilah virus dengue dipindahkan dari nyamuk ke orang lain. Jelas Adi Laksono.

Untuk itulah Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno dalam menghadapi KLB DBD di Kabupaten Kediri dalam setiap kesempatan selalu memerintahkan segera lakukan gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan gerakan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur) serta lakukan pembersihan lingkungan dan genangan air mulai dari air di kaleng bekas, ban, botol, vas bunga dan bekas perkakas lainnya yang berpotensi tergenangi air bersih. Selain itu lakukan pengurasan secara rutin bak mandi dan pemberian abate atau pelihara ikan pada tempat bak mandi, tandon air, gentong dan tempat air bersih lainnya. Imbuh dr.Hj. Haryanti Sutrisno.

  1. Hj. Haryanti Sutrisno menambahkan peran aktif masyarakat sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pencegahan, penanggulangan dan pemberantasan DBD di Kabupaten Kediri, karena kita tahu bahwa PSN yang dilaksanakan secara serentak oleh seluruh lapisan masyarakat akan membawa dampak positif yang besar terhadap musnahnya perkembangan kehidupan nyamuk-nyamuk penyebar virus DBD. Sehingga dengan demikian daur hidup nyamuk-nyamuk tersebut akan mati dan DBD di masyarakat dapat tertanggulangi. Jelas dr.Hj.Haryanti Sutrisno.

Dalam pelaksanaan Monev Tim Pokjanal PSN-DBD Kabupaten Kediri yang dilaksanakan tiap hari Jum’at, kali ini ke Desa Bulusari Kecamatan Tarokan, Tim menuju tempat penampungan air seperti kamar mandi rumah-rumah penduduk dan sekolah. “Alhamdulillah disini kita tidak menemukan jentik-jentik nyamuk”. Ujar Arwani Khoiruddin petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri

Namun demikian masyarakat disini harus tetap waspada karena di desa ini dijumpai pengusaha rosok seperti ban bekas, kaleng bekas, botol, dan lain-lain yang berpotensi sebagai tempat tergenangnya air bersih dan menjadi sarang nyamuk karena setelah diperiksa ternyata dijumpai jentik-jentik ditempat tersebut. Untuk itu Tim Pokjanal langsung memberikan arahan dan nasehat kepada pengusaha rosok dan Kepala Desa setempat untuk segera mengatasi permasalahan ini. Pesan Arwani

Sedangkan Tim Pokjanal lainnya menuju Desa Jambean Kecamatan Kras juga langsung menuju tempat bak kamar mandi dan lingkungan sekitar rumah-rumah penduduk serta sekolah ternyata sudah bersih dan tidak dijumpai jentik-jentik. Sedangkan pada saat memeriksa di bak air Musholla ternyata masih dijumpai jentik-jentik nyamuk. Untuk itu Tim mengingatkan kepada Takmir segera menguras dan menabur Abate serta memelihara ikan di bak air musholla tersebut. Pesan Bu Etik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. (kan)

post-top-smn

Baca berita terkait