Tuesday, 24 April 2018

PLT BUPATI BERHARAP, PORSADIN BISA MEMBENDUNG PENGARUH KEMEROSOTAN MORAL SANTRI

post-top-smn


LUMAJANG, SMN —Plt Bupati, dr Buntaran Suprianto M.Kes berharap agar Lomba keagamaan bisa membantu ketahanan diri dari degradasi (kemerosotan) moral. Hal ini disampaikan dalam sambutannya, ketika membuka Musabaqoh Fahmil Kutub dan Pekan Olahraga Seni Santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) Se-Kabupaten Lumajang, di alun-alun Lumajang, pada minggu (15/04).

“Saat ini sedang terjadi degradasi moral, seperti pengaruh Narkoba dan miras. Dampak positif dari kegiatan ini diharapkan bisa membuat akhlak santri mampu membentuk ketahanan diri dalam membendung pengaruh kemerosotan moral tersebut,” ujarnya.

Acara yang diselenggarakan kali ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan atas kerjasana antara Pemkab Lumajang dengan FKDT.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan wadah penyaluran sekaligus evaluasi perkembangan dan kemampuan santri dalam membaca dan memahami kitab kuning.
Acara ini juga menjadi, wahana silaturrahmi masyarakat ponpes dan madin.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Cabang Lumajang, Nawawi, M.Pd. dalam laporannya menyampaikan, bahwa FKDT memberi apresiasi kepada Pemkab Lumajang. “Terima kasih kepada Pemkab Lumajang karena berbagai kegiatan antar ponpes dan madin dapat disinergikan secara bersama.

Lebih jauh dijelaskan, bahwa FKDT merupakan partner pemerintah untuk membantu mengembangkan kegiatan diniyah dan keagamaan,” bebernya.

FKDT juga menyampaikan bahwa, Perda Wajib Diniyah telah masuk dalam program legislasi daerah. Hal ini guna mewujudkan cita-cita menjadikan Lumajang kota santri nasionalis.

Jumlah peserta Porsadin kali ini sekitar 3000 orang, yang datang dari 21 kecamatan di Kabupaten Lumajang. Para peserta ini mengikuti sejumlah cabang lomba dalam Fahmil Kutub yang dibagi menjadi tiga tingkatan, antara lain: Tingkat Ula dengan Cabang lomba Bidang Fiqih (Hukum), Nahwu (Tata cara membaca Bahasa Arab), Tarikh (sejarah), Akhlaq (budi pekerti), dan Tauhid (ketuhanan).

Sementara itu tingkat Wustha memiliki cabang lomba Bidang Fiqih, Nahwu, Tarikh, Akhlaq, Tauhid, Tafsir, Ushul Fiqih, dan Balaghah. Tingkatan ketiga, Ulya, memiliki cabang lomba bidang Fiqih, Hadits, Ilmu Hadits, Tarikh, Akhlaq, Tauhid, Tafsir, Ushul Fiqih, Balaghah, dan Lughah. Selain itu masih ada beberapa cabang yang dilomba kan dalam PORSADIN kali ini.(Atk).

post-top-smn

Baca berita terkait