Wednesday, 23 May 2018

PJT I Bangun Proyek PLTM Lodagung Senilai Rp 40 Miliar

post-top-smn

logo_jasatirta-i SMN – Upaya Perum Jasa Tirta (PJT) I untuk mengembangkan usaha pengelolaan sumber daya air kian nyata. Hal itu dimulai dengan pembangunan PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro) Lodagung yang telah dimulai sejak 1 Agustus 2016 lalu dengan nilai investasi sekitar Rp 40 miliar.

“Sesuai PP 46 Tahun 2010, kami PJT I diberikan kewenangan untuk optimalisasi aset. Salah satunya aset kami adalah sumber daya air yang masih potensial kini mulai kami jadikan PLTM seperti di Lodagung. Ini proyek pertama kali yang dilakukan oleh perusahaan secara langsung tanpa ada investasi dari pihak ketiga,” kata Kepala Divisi SPAM dan PLTA/PLTM, Ir Vonny C Setiawati MT saat dikonfirmasi, Selasa (29/11).

Saat ini, proyek PLTM Lodagung masih dalam tahap pembangunan dan diperkirakan bisa selesai 23 November 2017 mendatang. Direncanakan PLTM Lodagung bisa menghasilkan listrik sebesar 2 x 650 kW yang terletak di Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Jik dihitung energi tahunan maka bisa memroduksi sebesar 9,3 GWh/tahun (capacity factor 83,43 persen).

Ia menjelaskan, PLTM Lodagung merupakan program pengembangan usaha Perum Jasa Tirta I dalam investasi di bidang Energi Baru Terbarukan (EBT). “Proyek ini memanfaatkan potensi tinggi jatuh (gross head) sebesar 12,50 m di bagian pengambilan saluran irigasi Lodagung,” jelasnya.

Adapun air irigasi selama ini tersedia sepanjang tahun dengan ketersediaan debit sebesar 8,89 – 13,78 m3/detik. Air tersebut yang semula digunakan hanya untuk mengairi lahan pertanian dari Kabupaten Blitar hingga Tulungagung, selanjutnya akan dibangkitkan dan dapat menghasilkan tenaga listrik.

Sebelum digunakan untuk mengairi sawah, air diambil langsung dari Waduk Wlingi menggunakan pipa intake teknologi siphon, lalu dialirkan melalui pipa pesat (penstock) yang saat ini masih dibangun. Lalu air memutar turbin dan turbin memutar generator, lalu dikembalikan lagi ke saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian.

Jalur pipa pesat menuju lokasi rumah pembangkit (powerhouse) dibangun di sebelah kiri dan sejajar dengan saluran terbuka irigasi. Powerhouse berisi turbin, generator, transformator dan sistem kontrol. Pipa pesat berupa pipa baja berdiameter 2,5 m sepanjang ±338 m. Lalu mendekati powerhouse akan bercabang dua dengan diameter masing-masing 2 m sepanjang ±20 m.

Rencannya energi listrik tersebut akan diinterkoneksikan dengan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 20 kV milik PLN di Gardu Induk Wlingi. Diharapkannya pasokan listri baru itu mampu menambah dukungan sebesar 1,7 MVA (10,22 persen) dari total kekurangan sebesar 16,62 MVA yang dibutuhkan untuk wilayah Blitar dan sekitarnya.

Selain itu PLTM Lodagung juga untuk menyukseskan program pemerintah dalam memroduksi listrik 35 ribu MW yang dicanangankan Presiden Joko Widodo. Selain Lodagung, Vonny menjelaskan masih ada banyak potensi lain di wilayah kerja PJT I. Di WS Brantas juga ada di Lodoyo 2, Mrican, Karangkates 4 dan 5, dan Kesamben. (afr/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait