Saturday, 20 October 2018

Petugas Polda Jatim Geledah Kantor Kecamatan Kedungdung Lanjuti Kasus OTT Tujuh Pejabat Sampang

post-top-smn
Polda Jatim lakukan penggeledahan di kantor Kecamatan Kedungdung

Polda Jatim lakukan penggeledahan di kantor Kecamatan Kedungdung

Sampang, SMN – Paska Oprasi Tangkap Tangan (OTT) Oleh pihak Polda Jatim tengah lakukan penggeledahan di kantor kecamatan kedungdung kabupaten sampang. Setelah paska OTT oleh pihak Polda Jatim yang sudah berhasil menangkap tujuh orang pejabat sampang terkait pemotongan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di depan kantor Bank Jatim Cabang Sampang seputar senin lalu (05/12). Kepolisian Daerah (Polda) jawa timur kali ini melanjutkan melakukan penggeledahan di kantor kecamatan kedungdung kabupaten sampang. Dilansir dari SMN,Kepolisian Daerah jawa timur pada paska OTT petugas menyita uang sebesar Rp. 1,49 M. Sementara pantawan dari SMN,aparat kepolisian menjaga ketat pintu pagar kantor kecamatan keduppngdung kabupaten sampang agar awak media yang melakukan peliputan dan juga tidak diperkenakan masuk dalam pagar demi mempercepat proses penggeledahan yang dilakukan petugas di dalam ruangan. Petugas Polda Jatim enggan di wawancarai bahkan Kapolres Sampang AKBP Tofik melalui Kasat Reskin AKP Hari Siswo menjelaskan kepada wartawan untuk kali ini belum bisa memberi keterangan secara lengkap karena penyidikan tengah berlangsung. Dan kami belum bisa memberi keterangan apapun kemungkinan (08/12) akan ada penjelasan resmi tuturnya.

Ketujuh orang yang tertangkap oleh petugas Polda Jatim di antaranya Kun Hidayat (Kepala Seksi PMD) dan stafnya Evi Herawati,Suharti (Kasi Kesra), dan Jadid (Kades Bilporoh) serta Istrinya (Raudatul Jannah), Heradi (Keponakan Raudatul Jannah) dan Musrifah (Istri Kades Banjar). Sementara menurut keterangan sumber di kecamatan kedungdung,pemotongan dana tersebut dilakukan sebaagai Kompensasi Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Desain,Pengadaan Papan dan Prasasti Proyek serta Penyusunan Dokumen Pertanggung Jawaban. Jumlah pemotongan dana masing-masing desa berfairiasi tergantung besaran dana desa yang diterimanya. Di tambahkan keterangan dari salah satu sumber yang enggan dissebut namanya mencontohkan bahwa untuk ADD yang diterima dari Desa Rabasan seputar tanggal 05 Desember lalu sebesar Rp. 132,84 Jt terpotong besaran Rp. 54,7 Jt untuk Desa kramat dari alokasi Dana ADD sebesar Rp. 115,6 Jt di potong bessaran Rp. 56 Jt demikian juga dengan Desa Pajeruan yang menerima Dana ADD sebesar Rp. 158,1 Jt dengan pemotongan sebesar Rp. 64 Jt. Pemotongan Dana Desa yang menerima alokasi ADD dan DD di semua Desa rata kata sumber tersebut. Ditambahkan menurut keterangan kepala bidang Operasional Cabang Sampang mngatakan “Bahwa pencarian ADD tersebut dilakukan secara proseeduran dan harus dilakukan oleh Kepala desa dan Bendahara desa yang bersangkutan. Sedangkan untuk bukti penarikan berdasarkan atas nama desa. Pada Resi Penarikan juga atas nama desa dan bukan per orangan. Akan tetapi sepertinya uang pemotongan tersebut dibagi-bagikan itupun informasi yang saya terima, tandasnya”. (Dya)

post-top-smn

Baca berita terkait