Sunday, 27 May 2018

Pesan Rois Am PBNU, Dalam Konfercab NU

post-top-smn
Konfercab NU Sidoarjo

Konfercab NU Sidoarjo

Sidoarjo, SMN Konferensi (konfercab) NU Sidoarjo ke xx resmi dimulai.Bertempat di ponpes progresif Bumi Shalawat, Lebo Sidoarjo, Rois Am PB NU KH Ma’ruf Amin Membuka dan memberikan pengarahan kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir.

Dalam arahannya, KH Ma’ruf Amin mengingatkan,eksistensi Nahdlatul Ulama’ Sebagai organisasi sosial keagamaan di Indonesia. Menurutnya, NU adalah gerakan dalam 3 fungsi utamanya.

“NU adalah kharakah (gerakan,red) Khimaiyah (menjaga) kharakah wiqoiyah (melindungi) dan kharakah Islakhiyah (perbaikan). Dengan tantangan semakin besar, para ulama’ menggabungkan diri berorganisasi menjadi NU,” ungkap rois am PBNU yang juga ketua MUI ini,

Lebih jauh, rois Am PBNU ini menjelaskan, gerakan untuk menjaga dan melindungi umat ini, didasarkan pada berbagai tantangan aqidah aqidah ‘mafsadah” cenderung pada keburukan.

“Seperti yang eksis saat ini dimana aqidah yang berbasis pada tekstual disatu sisi,dan liberalisasi disatu sisi lain. Memelihara kejumudan disatu sisi dan semau maunya disisilain,” cetus KH Ma’ruf Amin.

Berbeda dengan NU yang beraqidah ahlussunnah wal jama’ah dengan wajah dakwah yang santun.

Lebih lanjut, KH Ma’ruf Amien menambahkan selain gerakan menjaga dan melindungi, NU menisbahkan dirinya sebagai gerakan yang melakukan perbaikan (Islakhiyah) secara terus menerus.

Dalam konteks ke indonesiaan,tiga fungsi gerakan NU itu terwujud dalam Islam Nusantara. Islam Nusantara tidak hanya terkait sekumpulan tata cara dan ketentuan saja namun juga menyangkut Manhaj (rel /metodologi) dalam pengambilan hukum juga.

“Keberagamaan ala NU atau Islam Nusantara ini tak hanya didakwahkan di Indonesia saja.Namun juga diseluruh dunia seperti eropa dan Amerika,” ungkapnya.

Kedepan, tantangan NU harus dijawab dengan penataan organisasi,pengelolaan yang berstandart dan sumber daya manusia yang kompeten.(tim)

post-top-smn

Baca berita terkait