Sunday, 18 November 2018

Perwakilan 23 Negara Bahas Perpajakan Di Surabaya

post-top-smn
Acara Annual Forum on Developing Countries Policy and Tax Cooperation for Agenda 2030 di Surabaya

Acara Annual Forum on Developing Countries Policy and Tax Cooperation for Agenda 2030 di Surabaya

Surabaya, SMN – Jawa Timur kembali menjadi pilihan tempat penyelenggaraan agenda internasional. Mulai hari Rabu (30/11) hingga 3 Desember, puluhan perwakilan dari 23 negara akan berkumpul di Surabaya dalam agenda bertajuk Annual Forum on Developing Countries Policy and Tax Cooperation for Agenda 2030. Agenda ini akan fokus menyambung benang merah permasalahan perpajakan di negara-negara berkembang.

Agenda ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Luar Negeri RI dengan South Centre, yakni sebuah organisasi yang membidangi investment (investasi), finance (keuangan) dan trading (perdagangan). “Forum di Surabaya ini merupakan yang pertama dan dimaksudkan sebagai forum tahunan. Nantinya akan diluncurkan di berbagai kota di negara berkembang. Adapun platform nya adalah pembahasan isu pajak di negara-negara berkembang,” tegas Mohamad Takdir Minister Conselor Perwakilan Tetap RI di Jenewa yang menangani masalah ekonomi, pajak, invstasi, lingkungan dan perdagangan, di Surabaya, Rabu (30/11)

Dipilihnya Surabaya sebagai lokasi acara, Takdir menegaskan itu terkait dengan geliat Surabaya dalam perekonomian yang relatif lebih bagus dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Apalagi, Surabaya juga telah sukses dalam menggelar agenda internasional seperti Prepcom III UN Habitat yang digelar pada akhir Juli 2016 lalu.

“Kecenderungan diplomasi saat ini lebih mengedepankan lokal. Contohnya di Brasil, Sao Paulo yang merupakan kota kedua, kini lebih sering menyelenggarakan event dibanding ibu kota nya (Rio de Janeiro, red). Surabaya ini juga punya potensi. Prepcom UN Habitat sudah digelar di sini. It’s time for Surabaya to growth global,” jelas Takdir.

Senior Advisor on Finance and Development South Centre, Manuel F Montes menambahkan, agenda ini disebut internasional karena perwakilan yang datang meliputi negara-negara berkembang dari berbagai benua. Ada dari Afrika, Amerika Latin dan juga Asia. “Agenda ini untuk bertukar pikiran tentang gagasan sistem tax di negera-negara berkembang juga cara memungut pajak yang bertujuan untuk pembangunan di negara berkembang agar revenue pajak tidak hilang akibat transfer pricing,” jelas Montes.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Wiwik Widayati menegaskan, agenda ini menjadi perwujudan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengoptimalkan sektor pariwisata Surabaya di bidang MICE (Meeting Incentive, Conference/Convention and Exhibition). “Sektor pariwisata bidang MICE ini salah satu yang kami optimalkan. Dan kami bekerjasama dengan kementerian,” jelasnya.(mad/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait