Sunday, 20 May 2018

Peresmian Pasar Rakyat, Bupati Blitar: Jangan Takut Bersaing

post-top-smn
Bupati Blitar saat meresmikan Pasar Rakyat

Bupati Blitar saat meresmikan Pasar Rakyat

Blitar, SMN – Perkembangan perekonomian masyarakat Kabupaten Blitar mengalami kemajuan yang cukup signifikan, baik dari segi produktivitas, distribusi maupun pangsa pasar. Peluang pasar masih akan terbuka luas sehubungan dengan telah ditetapkannya kebijakan regional Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan ditandai dengan tumbuhnya pasar maupun toko modern. Terkait hal itu, merupakan tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Kabupaten Blitar dalam mengembangkan potensi perdagangan dalam negeri termasuk industri perkayuan. Ini juga dalam rangka menuju Kabupaten Blitar lebih sejahtera, maju dan berdaya saing. Demikian sambutan Bupati Blitar, H.Rijanto diacara Penandatanganan Prasasti Renovasi Pasar dan Pembangunan Gedung UPT. Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Pasar Kademangan, Rabu (4/1).

Bupati Blitar juga menegaskan, untuk mewujudkan itu, Pemerintah Kabupaten Blitar memfasilitasi peningkatan usaha ekonomi masyarakat yang memiliki daya saing khususnya pedagang dan perajin industri kayu, diantaranya membangun pasar tradisional dan UPT. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Harapannya pembangunan sarana perdagangan ini dapat menunjung kelancaran arus distribusi barang, jasa serta menjaga kestabilan harga. Sementara keberadaan UPT. Dinas Perindustrian dan Perdagangan bisa dimanfaatkan oleh para perajin mebel di wilayah Sutojayan serta masyarakat Kabupaten Blitar umumnya, untuk meningkatkan produktifitas dan menekan harga. Sehingga produk mebel dari Sutojayan bisa bersaing dengan produk luar daerah Blitar. Sebagai pekerjaan rumah SKPD terkait, Pendopo Ronggo Hadinegoro yang notabene merupakan cagar budaya yang ada di kabupaten dengan julukan Kabupaten Seribu Candi ini, harus furniture asli Kabupaten Blitar. Mengingat sementara ini menggunakan produk luar daerah Blitar. Gerakan Ayo Bela dan Beli Produk Blitar diharapkan bukan sekedar slogan namun harus diaplikasikan diberbagai kesempatan. Masyarakat Kabupaten Blitar tidak perlu takut untuk bersaing dengan produk daerah lain. Untuk itu, harus ditanamkan mencintai produk sendiri. Jika sudah mencintai produk sendiri, kualitas dan kuantitas akan semakin maksimal. Sehingga perputaran ekonomi semakin baik.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menceritakan pada Tahun 1984-1988 kondisi Pasar Kademangan masih jauh dari layak. Karena dukungan berbagi pihak, pasar-pasar rakyat di wilayah sekarang ini semakin bagus kondisinya. Bahkan pengelolaan desa menjadi desa wisata maupun industri mulai berkembang. Agar berkembang dengan pesat tentunya harus didukung perbankan yang memberikan kredit lunak kepada pelaku usaha. Diharapkan pula, pelaku usaha baik pedagang pasar maupun perajin mebel agar terus mendapat pembinaan, evaluasi agar program peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas di bidang manajemen maupun kemampuan teknologi industri dapat terus dilaksanakan. Sehingga mendorong tumbuh kembangnya perekonomian di Kabupaten Blitar. Diakhir sambutannya, Bupati Blitar menegaskan, agar pedagang dan masyarakat menjaga ketertiban, kebersihan pasar. Sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman.

Seperti diketahui, Bupati Blitar meresmikan Pasar Rakyat Kademangan, Pasar Rakyat Wlingi, Pasar Rakyat Garum serta UPT. Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar juga memotong tumpeng yang diberikan kepada Kepala Disperindag, Ir. Agung Pudjianto.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Ir. Agung Pudjianto menyampaikan, luas bangunan Pasar Wlingi yang dibangun sekitar 2240 m² yang meliputi antara lain, paving melingkar, kios, parkir, renovasi pasar lama. Untuk Pasar Kademangan luas bangunan 2500 m², meliputi paving melingkar, mushola, kios 7 unit, kantor dan toilet serta renovasi pasar induk. Sementara Pasar Garum dibangun pada lahan seluas 426,5 m² yang meliputi pembenahan talang, paving dan drainase. Sedangkan untuk UPT. Dinas Perdagangan dan Perindustrian yang dibangun diatas tanah seluas 1450 m² meliputi antara lain area planner, open kayu, kantor, dan gudang.(mam)

post-top-smn

Baca berita terkait