Saturday, 24 August 2019

Breaking News

Perayaan MAYDAY 2016 Buruh Jawa Tengah

post-top-smn
Ribuan buruh merayakan Hari Buruh dengan berorasi

Ribuan buruh yang tergabung dalam KSPI merayakan Hari Buruh Nasional dengan berorasi disekitar Tugu Muda Kota Semarang

 

Semarang, SMN – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI siang kemarin (Minggu, 01/05/2016) tampak memadati sekitaran Tugu Muda Kota Semarang.

Buruh-buruh ini kembali menyuarakan sikap mereka terkait disahkannya PP. 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan yang menurut mereka menghambat kesejahteraan para buruh, mereka menuntut PP tersebut untuk segera di cabut karena pemberlakuan PP tersebut akan semakin melanggengkan upah murah yang berada di Jawa Tengah. Buruh juga meminta penghapusan system kerja outsourcing. menurut mereka, system kerja outsourcing ini adalah jurang bagi masa depan buruh karena buruh tidak akan pernah mendapatkan status kerja yang jelas dan akan jauh dari kemapanan. Penerapan system Outsourcing yang banyak melanggar ketentuan PERMENAKER No. 19 Tahun 2012 membuat buruh semakin menderita.

Tidak hanya KSPI Jateng saja, FS PLN Jateng-DIY, BEM UNDIP juga Turut menggelar acara deklarasi Organisasi Massa yang mereka namakan Rumah Rakyat Indonesia tepat di depan gedung Lawang Sewu.

“ Dalam orasinya Sekretaris Perda KSPI Jateng Sekaligu Ketua PC SPAI FSPMi Kota Semarang Mengatakan Ormas ini kami deklarasikan sebagai cikal bakal atau embrio untuk mendorong adanya Partai Alternatif sebagai alata perjuangan secara parlemen kedepan, seperti yg kita ketahui bahwa selama ini buruh hanya melakukan perjuangan extra parlemen dengan turun kejalan, namun mereka selalu terbentur oleh Birokrasi, bahkan perjuangan buruh kini mulai marak dikriminalisasi. Tentu dengan melihat kondisi seperti ini harusnya buruh juga harus mulai sadar bahwa buruh juga harus mempunyai kendaraan politik sendiri untuk memperjuangkan suara mereka di Parlemen.

IMG-20160503-WA0001

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Serikat Pekerja tidak akan pernah menjadi underbow partai, serikat pekerja tetap ada pada marwahnya yaitu sebagai wakil pekerja dalam menegakkan Undang-undang Ketenagakerjaan dan melakukan Fungsi pengawasan terhadap permasalahan-permasalahan yang menyangkut Hubungan Industrial, pengalaman pejuangan yang diperoleh oleh buruh lewat serikat serikatnya niscaya mengarahkannya ke pembentuakn partai politik, bagaimana mungkin tidak? Setiap aspek kehidupannya oleh pemerintah, Upah dan kondisi – kondisi kerja lainya bukan lagi masalah yang terbatas antara buruh dengan pemilik modal saja, tetapi juga di atur oleh kebijakan – kebijakan pemerintah, akses ke pendidikan dan kesehatan, subsidi BBM, masalah lingkungan hidup,masalah tanah bagi kaum tani dsb, yakni semua yang mempengaruhi hajat hidup tidak hanya buruh tetapi seluruh rakyat pekerjaada dibawah kuasa Negara, kebijakan kebijakn yang pro capital seperti PP78 2015, menyadari kami mendorong, untuk mengintervensi kebijakan – kebijakan yg pro kapitalis ini dengan perjuangan politik, kami menyebut serikat pekerja/buruh adalah sekolah dasar, maka partai buruh adalah sekolah lanjutannya, serikat buruh dam partai buruh hayalah alat untuk sebuah tujuan tertentu. Masuknya kita kedalam gelanggang politik member kemungkinan untuk menghapus eksploitasi buruh selama lamanya.

Terakhir buruh juga menyuarakan Stop Kriminalisasi terhadap aktivis buruh yang menurut mereka membungkam aktivitas demokrasi. Segala bentuk aktivitas untuk menyuarakan tuntutan seakan ditutup, tidak ada ruang dan rentan terhadap intimidasi. (Ags)

post-top-smn

Baca berita terkait