Sunday, 16 December 2018

Penyelundupan Berbagai Jenis Narkoba Melalui Jasa Paketan Di Gagalkan Bea Cukai Juanda 

post-top-smn

Penindakan yang dilakukan Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kanwil Jawa Timur I TMP bersama Kepolisian Jawa Timur dan BNN Jawa Timur

Sidoarjo, SMN – Bea dan Cukai kanwil Jawa Timur I TMP Juanda, PT. Pos Indonesia dan Kepolisian Polda Jawa Timur, berhasil membongkar dan menggagalkan penyelundupan NPP jenis Sabu ada juga pil ekstasi, ganja cair(THC) yang jarang sekali beredar di Indonesia. Macam-macam jenis narkoba ini dikirim melalui paket via kantor pos Indonesia.Terhitung mulai bulan Juli-September 2018, terdapat sebanyak 43.629 paket kiriman yang masuk dari luar negeri.Kelima barang tersebut merupakan barang kiriman yang berasal dari Ethiopia,Amerika, Kanada dan Belanda,” ucap Kepala KPPBC Juanda Budi Harjanto, Kamis (04/10/18). Ia juga memaparkan, penindakan tersebut, berawal dari kejelian dan ketelitian petugas dalam melakukan pemeriksaan setiap paketan yang masuk hingga akhirnya kedapatan lima paket atau surat berisi narkoba.

Pada tanggal 9 juli 2018 paketan yang berasal dari ethiopia berisi narkoba jenis Cathinone berbentuk daun kering sebanyak 4500 gram,dan pada tanggal 20 Agustus 2018 berasal dari Amerika barang narkoba jenis THC yang disamakan dalam bentuk cair sebanyak tujuh botol. Selanjutnya barang narkoba jenis ekstasi 67 butir, narkoba jenis bubuk ganja dan narkoba jenis MDMA 10 gram semuanya berasal dari Belanda dan Kanada.

Atas kejadian ini, pihaknya akan bekerjasama dengan jasa pengiriman paketan untuk lebih selektif dalam menerima paket kiriman yang akan di kirim ke berbagai wilayah Indonesia. Sehingga “Modus penyelundupan dengan cara seperti ini bisa diantisipasi dan di gagalkan,”papar Budi Harjanto.

Dari penindakan tersebut Bea dan Cukai Juanda turut mengamankan lima orang saksi yang diduga berperan sebagai utusan penerima paketan narkoba dengan cara memanfaatkan layanan jasa PT. Pos Indonesia untuk mengirim paket narkoba dari Luar Negeri ke Wilayah Jawa Timur.

“Saat ini kita sudah mengamankan lima orang untuk dilakukan pengembangan,” ujar Budi.Atas kelima penindakan tersebut,Bea dan Cukai juanda bekerjasama dengan Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur,dan Badan Narkotika Nasional(BNN) untuk mengembangkan kasus ini lebih lanjut.

Dengan dugaan pelanggaran hukum tersebut, ancaman hukuman terdapat pada Pasal 113 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009, Pasal 102 huruf e UU nomor 10 tahun 1995 tentang kepabeanan sebagaimana di ubah dengan UU nomor 17 tahun 2006.

Selanjutnya,Budi Harjanto mengungkapkan, penindakan tersebut tidak akan terlaksana dengan baik jika tidak adanya kerjasama antara pihak-pihak terkait yang membantu. “Keberhasilan yang dilakukan oleh kita ini tentunya tidak akan terlaksana tanpa sinergitas antara kami, BNN, kepolisian dan seluruhnya yang membantu kami,” pungkasnya.(Try)

post-top-smn

Baca berita terkait