Wednesday, 23 May 2018

Pengprov KKI Jaring Atlet Potensial

post-top-smn

kki Surabaya, SMN – Pengurus Provinsi (Pengprov) Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) Jawa Timur menjaring atlet-atlet potensial dan berprestasi yang nantinya akan memperkuat perguruan Karate KKI untuk tingkat Jatim maupun Kejurnas. Pengprov KKI menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) antar Pelajar Nawardi Cup I di Dojo Forki Jatim, Surabaya, Minggu (27/11) dan Kejurda ini diikuti sekitar  150  karateka junior. Hal ini dikatakan Ketua Umum Pengprov KKI Jatim, Akhmad Nawardi, Minggu (27/11).

Kejurda ini digelar khusus untuk tingkat pelajar, mulai SD, SMP hingga SLTA. Pengprov KKI Jatim ingin mencari atlet potensi, karena KKI baru saja terbentuk di daerah-daerah. “Jadi, kami ingin menyeleksi atlet KKI dari pelajar. Ke depan, baru ke tingkat senior. Animonya sungguh luar biasa. 150 karateka itu berasal dari 30 cabang yang tersebar di 38 kabupaten/kota,” ujarnya.

Delapan cabang yang belum terbentuk KKI itu, Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Situbondo, Bondowoso, Gresik dan Lamongan. “Tahun 2017, kita targetkan 38 kab/kota di Jatim sudah terbentuk KKI,” tegas Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI ini.

Pengprov KKI Jatim terbentuk pada September 2016 lalu, setelah Nawardi dilantik Ketua Umum PB Forki, Gatot Nurmantyo di Jakarta. Pelantikan KKI Jatim juga dihadiri Ketua Umum PB KKI, Oesman Sapta.

Selain itu Pengprov KKI Jatim juga akan mengajak anak yatim piatu untuk berlatih karate. “Kami akan memberikan latihan khusus kepada anak yatim piatu dan dibiayai sepenuhnya oleh KKI Jatim,”Ujar A Nawardi.

Pelatihan karate bagi anak yatim piatu merupakan program kerja pengprov KKI Jatim dalam memasyarakatkan KKI dan sekaligus mencari bibit-bibit atlet di daerah. Mengingat KKI adalah perguruan karate baru di Indonesia.

“Kita menggelar kejurda tingkat pelajar ini bekerjasama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) RI. Kejurda ini merupakan potensi besar dalam melahirkan atlet bagus untuk menghadapi kejuaraan nasional dan internasional. Bahkan, pembibitan ini bisa dimulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD),” tuturnya.(her/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait