Friday, 21 September 2018

Pemukulan Terhadap Ketua HKTI Surabaya,3 Pelaku Di Ringkus Polisi

post-top-smn

 

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Surabaya, Nur Hasan,mengalami pengroyokan di depan SPBU Jalan Raya Trosobo Taman, Sidoarjo.

 

Sidarjo, SMN –  Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Surabaya, Nur Hasan,mengalami pengroyokan di depan SPBU Jalan Raya Trosobo Taman, Sidoarjo.

Dua pelaku pengeroyokan dan perampasan itu berhasil diringkus polisi. Mereka adalah Ahmad Syamsudin Abdullah alias Pampam (23), warga Desa Ngelom, Kecamatan Taman, Sidoarjo, dan Dwi Cahyo Joya Sentosa alias Kawot (25), warga Desa Krembangan, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

“Satu pelaku lain yang berinisial R masih dalam pengejaran. Dia sudah ditetapkan sebagai DPO,”  Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, Minggu (08/07/2018) mengungkapkan,

peristiwa kejadian  ini bermula, saat Nur Hasan melintas dengan mobil sedan yang disopiri oleh Hasip.

Ketika hendak putar balik ke arah Krian, mobil Hasan terhalang sepeda motor yang dikendarai R.

Dalam kejadian ini terjadi cekcok mulut antara R dengan Hasip.Melihat hal itu,teman R yang bernama Pampam dan Kawot langsung mendekat.Tanpa pikir panjang Mereka bertiga lantas memukuli Hasip sopir mobil tersebut.

“Hasip kemudian keluar dan lari menyelamatkan diri,” lanjut Kapolresta.

Tak berhenti di situ, tiga pemuda yang dalam keadaan mabuk itu juga mendatangi Nur Hasan dan juga memukuli ketua HKTI yang berada di kursi mobil sebelah kiri. Bahkan, kepala korban juga sempat dikepruk menggunakan batu.Merasa nyawanya terancam, Hasan berusaha kabur dengan melompat ke sungai kecil yang berada di depan SPBU. Namun, Pampam terus mengejarnya ke sungai dan sempat merampas ponsel Samsung S8+ milik Hasan.

Usai mendapat ponsel korban, Pampam kembali naik ke jalan.

“Saya sudah meminta tolong kepada warga setempat, namun warga tidak berani. Mungkin karena warga tahu bahwa mereka itu preman,” ujar Hasan disaat acara Konfrensi pers di Polresta Sidoarjo.Dalam pemeriksaan polisi, Pampam dan Kawot mengakui bahwa ketika melakukan penganiayaan dan perampasan itu sedang dalam kondisi mabuk berat.

Pampam, Kawot, R bersama tiga temannya J, F dan P baru saja berpesta minuman keras di rumah Pampam. Sekira pukul 24.00 WIB, mereka kemudian berencana ke Pacet, Mojokerto, mengendari sepeda motor.

Ketika melintas di depan SPBU jalan Raya Trosobo, R mengehentikan motornya dengan maksud hendak membeli rokok.

“Saat itulah mereka bertemu dengan korban. Hingga terjadi pengeroyokan dan perampasan pada hari Minggu 27 Mei 2018 tengah malam,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.

Setelah kejadian,tak lama berselang, dua dari tiga pelaku tersebut ditangkap polisi dan dijebloskan ke dalam penjara(Try/hms)

 

post-top-smn

Baca berita terkait