Wednesday, 20 June 2018

Pemprov Jatim Sepakati Raperda Penggabungan PT. JIM dan PT. PJU

post-top-smn
Wakil Gubernur Prov. Jatim Memberikan Sambutan Hangat Dalam Acara Raperda Tentang Penggabungan PT Jatim Dengan PT Petrogas Di Gedung Kantor DPRD Prov. Jatim Surabaya

Wakil Gubernur Prov. Jatim Memberikan Sambutan Hangat Dalam Acara Raperda Tentang Penggabungan PT Jatim Dengan PT Petrogas Di Gedung Kantor DPRD Prov. Jatim Surabaya

Surabaya, SMN – Pemprov Jatim sepakati rancagan peraturan daerah (raperda) penggabungan PT. Jatim Investment Management (JIM) ke dalam PT. Petrogas Jatim Utama (PJU). Banyak dampak positif apabila kedua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) digabung menjadi satu.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Jatim, Drs. H. Saifullah Yusuf saat membacakan jawaban Gubernur Jawa Timur atas Pemansangan Umum Fraksi Fraksi DPRD Prov Jatim terhadap Raperda tentang Penggabungan PT. JIM ke dalam PT. PJU saat Rapat Paripurna DPRD prov Jawa Timur, Surabaya,Jumat(18/11).

Menurutnya, rencana merger dua BUMD tersebut memiliki banyak manfaat, bukan hanya sebagai upaya penyehatan BUMD. Akan tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mengembangkan usaha dan meraih potensi usaha yang lebih besar “Hal tersebut akan sulit dilakukan apabila dilakukan secara sendiri-sendiri,”ucap Gus Ipul sapaan akrab Wagub Jatim.

Langkah merger dua BUMD juga akan menciptaksn struktur BUMD yang lebih efisien, sehingga dapat memperpendek rentang kendali antara pemegang saham dengan BUMD dan anak perusahaan.

Ia menjelaskan, ada pertimbangan utama merger harus dilakukan yaitu potensi dan keunggulan kedua BUMD yang bisa dikombinasikan menjadi sebuah sinergi usaha yang lebih menguntungkan “Termasuk didalamnya adalah kombinasi sumber daya manusia(SDM) dan kultur manajemen yang tujuan utamanya adalah meningkatkan efisiensi dan kinerja PT. PJU setelah dilakukan merger. Kedepan kedua perusahaan akan mengeluarkan potensi dan kekuatan yang secara ideal akan meningkatkan profesionalisme dan kinerja korporasi,” jelasnya.

Gus Ipul menuturkan pihaknya sudah menyiapkan grand design manajemen SDM dan strategic planning apabila kedua BUMD di merger. Diantaranya, akan dilakukan pengkajian atas komposisi tenaga kerja untuk mencapai efektivitas dan efisiensi operasional yang optimal dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan dan ketenagakerjaan. “Sedangkan untuk strategic planning adalah menciptakan sinergi yang solid yang berasal dari kombinasi masing-masing BUMD. Sebagai contoh, PT. PJU dominan pada kegiatan hulu dan hilir migas serta service support. Di sisi lain PT. JIM berfokus pada bidang usaha kepelabuhan. Dengan demikian, merger ini akan menciptakan struktur permodalan yang lebih kuat,”tambahnya. (humaspemprov/tra)

post-top-smn

Baca berita terkait